Wisatawan Mulai Ramai Berkunjung ke Pessel, Omzet Rumah Makan Belum Meningkat

Penulis: Redaksi

Berita Pesisir Selatan hari ini dan berita Sumbar hari ini: Wisatawan mulai ramai berkunjung ke Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar).

Painan, Padangkita.com – Kunjungan wisatawan ke kawasan wisata bahari terpadu (KWBT) Mandeh, di Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan (Pessel) mulai meningkat lagi, Minggu (14/3/2021).

Setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, kawasan tersebut memang selalu saja ramai dikunjungi. Setidaknya, ratusan pengunjung setiap akhir pekan datang menikmati keindahan kawasan tersebut.

Namun, di balik ramainya pengunjung itu, ternyata tidak berbanding lurus dengan pendapatan para pelaku usaha di kawasan wisata.

Cici, salah seorang pengusaha rumah makan di sekitar kawasan wisata itu mengatakan, omzet yang didapat dari usaha rumah makan yang telah digeluti sejak lima tahun silam masih belum normal.

Kata Cici, omzet menurun sekitar 50 persen dari pendapatan biasanya.

“Kalau kita lihat, orang-orang masih ramai berkunjung, tapi omzet yang kita dapatkan tidak kunjung meningkat. Bahkan cenderung menurun sekitar 50 persen,” katanya kepada Padangkita.com, Minggu (14/3/2021).

Dia belum mengetahui secara pasti penyebab penurunan omzet itu, apakah masih pengaruh pandemi Covid-19 atau memang karena ekonomi yang begitu sulit. Sehingga, daya beli pengunjung tidak signifikan lagi bila dibandingkan pada masa sebelumnya.

Cici menyebutkan, ramainya pengunjung belum menjamin meningkatkan pendapatan usaha rumah makan. Namun, dia tetap berusaha semaksimal mungkin.

“Kalau memang rezeki kita, maka tidak akan lari ke mana. Yang penting kita mesti tetap berusaha dan yakin hanya Allah SWT yang akan menghendaki segalanya,” jelas dia.

Berbicara omzet antara sebelum pandemi hingga awal pandemi serta memasuki masa adaptasi kebiasaan baru sekarang, penurunannya dibilang cukup signifikan.

“Kalau awal pandemi Covid-19, bahkan kita tidak jualan. Namun beranjak ke masa adaptasi ini, omzet kita masih jauh menurun,” ucapnya.

Cici menceritakan, dahulu sebelum pandemi omzet yang didapatkan bisa mencapai Rp5 juta per hari. Namun dalam kondisi sekarang, pada angka Rp2 juta masih sulit.

Sementara, dia juga mempekerjakan tiga orang karyawan dalam membantu usaha rumah makannya.

“Kalau terkait harga makanan, kita masih dalam tarif normal, tidak ada yang dinaikkan. Kenapa jua beli belum normal? Saya rasa ekonomi masyarakat memang lagi sulit. Jadi, ramai pun pengunjung belum menjamin meningkatkan pendapatan kita,” sebutnya.

Dia menjelaskan harga makanan yang dijual berkisar dari Rp15.000 hingga Rp22 ribu per porsi, tergantung jenis lauk.

Baca juga: Tarik Retribusi Menggunakan e-ticketing, Dispora Pessel Targetkan Kunjungan Wisatawan 1,5 juta

Untuk variasi menu lauk yang dijual antara lain dendeng batokok, rendang lokan, goreng dan rendang ayam kampung, cumi saus, itiak lado hijau, gulai ikan karang, serta gulai babat/tunjang. [nik/pkt]


Baca berita Pesisir Selatan hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist