Warga Tarok Dipo Bukittinggi Ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Dapur

Penulis: Agg

Bukittinggi, Padangkita.com – Seorang warga Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi ditemukan sudah tak bernyawa di rumahnya, Kamis (16/7/2020). Warga yang diketahui bernama Julianes Noer alias Da Jon, 66 tahun, ini ditemukan dalam posisi terduduk di lantai dapur.

Informasi yang dihimpun Padangkita menyebutkan, Julianes diketahui meninggal oleh warga sekitar pukul 10.59 WIB. Bermula dari kecurigaan kakaknya di perantauan yang tidak bisa menghubunginya.

Kasubbag Humas Polres Kota Bukittinggi, AKP Robin H Sitinjak, menyebutkan, Julianes meninggal dunia di rumahnya di RT 1/ RW 6, Kelurahan Tarok Dipo, persisnya di Jalan Hamka No. 30 C samping SMK Muhammadiyah.

“Jasad ditemukan memakai baju kuning dan celana pendek. Pertama kali ditemukan oleh warga bernama Erdi Efendi, 40 tahun, tukang las dan Datin, 62 tahun, pensiunan ASN, yang merupakan kerabat korban,” kata Robin.

Kedua saksi ini, lanjut dia, memang sengaja ingin melihat kondisi Julianes. Sebelumnya, Erdi dan Datin dihubungi oleh kakak Julianes bernama M Nazri yang tinggal di Jakarta. M Nazri meminta Erdi dan Datin melihat kondisi adiknya. Sebab, beberapa kali dihubungi, adiknya itu tidak mengangkat telepon.

Awalnya, Erdi dan Datin memanggil Julianes dari luar rumah hingga beberapa kali menggedor-gedor pintu. Namun panggilan mereka tidak sekalipun disahuti Julaines.

Tidak mendapat jawaban, akhirnya mereka berdua membuka pintu samping sebelah kanan rumah dan langsung ke arah dapur. Terlihatlan Julianes dalam posisi duduk dengan wajah tertelungkup ke arah lantai.

Baca juga: Pekerja Seks yang Digerebek Polisi Bersama Andre Rosiade Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Mereka kemudian melapor ke ketua RT dan ketua RW, selanjutnya diteruskan ke polisi. Mendapat Informasi tersebut anggota Polsek Bukittinggi langsung turun ke lokasi kejadian.

“Sesampai di TKP (Tempat Kejadian Peristiwa) anggota Polsek Bukittinggi langsung menghubungi Unit Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) Sat Reskrim Polres Bukittinggi. Sekira pukul 12.00 WIB korban dibawa ke Rumah Sakit Achmad Mochtar, Bukittinggi untuk dilakukan pemeriksaan awal penyebab meninggalnya korban,” ujar Robin.

Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, lanjut dia, tidak ditemukan tanda-tanda terjadinya tindak pidana terhadap jasad Julianes. Keterangan pihak keluarga, kata Robin, Julianes memang sedang sakit.

“Untuk proses lebih lanjut, kasus ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Bukittinggi. Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas meninggalnya korban,” kata Robin. [agg/pkt]


Baca berita Bukittinggi terbaru hanya di Padangkita.com.