Walhi Desak Polisi Ungkap Pemodal 21 Petambang Ilegal Asal Tasikmalaya di Solsel

Berita Solsel hari ini dan berita Sumbar hari ini: Walhi Sumbar desak polisi untuk membongkar siapa pemodal dari 21 pekerja tambang ilegal asal Tasikmalaya di Solsel.

Padang Aro, Padangkita.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mendesak polisi untuk membongkar siapa pemodal dari 21 pekerja tambang ilegal asal Tasikmalaya, Jawa Barat, di Solok Selatan (Solsel).

“Karena pada prinsipnya tidak mungkin orang-orang yang dari luar itu, kemudian melakukan penambangan, tanpa ada orang yang memfasilitasinya,” ujar Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye Walhi Sumbar, Tommy Adam saat dihubungi Padangkita.com via telepon, Selasa (15/6/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Walhi, para penambang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi tentang keberadaan tambang ilegal di Sumbar.

“Misalnya, ada beberapa daerah, dipos bahwa di situ ada kandungan tambangnya, berani ndak kawan-kawan gitu datang,” jelasnya.

Kemudian, orang-orang yang tertarik untuk menambang tersebut akan difasilitasi oleh cukong untuk datang dan ikut menambang di daerah-daerah tersebut.

“Kemudian, nanti orang-orang itu akan diselundupkan. Karena memang tambang ilegal ini menggunakan bermacam cara. Seperti dilakukan di malam hari, bahkan alat-alat berat tidak terpantau ketika lewat di perbatasan kabupaten,” ungkapnya.

Tommy menyampaikan Walhi Sumbar sangat menyayangkan praktik tambang ilegal di mana pekerjanya sudah berasal dari luar daerah Sumbar.

“Dalam konteksnya, ini sudah disengaja dan tersistematislah. Bahkan ini sudah ada pemodalnya. Karena tidak mungkin orang-orang itu tiba-tiba datang ke Sumbar tanpa ada relasi kemudian masuk ke dalam hutan dan menambang,” terangnya.

Menurutnya, cukong tambang ilegal tersebut bisa ditangkap. Menurutnya pula, jika penegakan hukum hanya menyentuh para pekerja tambang ilegal, maka tambang ilegal akan kembali beroperasi dalam beberapa waktu kemudian. Hal tersebut dikarenakan kembali beraksinya pemodal untuk memfasilitasi pekerja untuk menambang.

“Mungkin iya kita apresiasi proses penangkapan sedemikian rupa. Tapi kejaran kita sekarang bagaimana menangkap dari sumbernya. Karena orang-orang seperti itu yang punya power. Jika hanya pekerja yang ditangkap, kita tidak tahu, bisa saja tambang itu sebulan dua bulan kemudian aktif lagi,” sebutnya.

Tommy menegaskan, bukan hanya di Solsel, tambang ilegal juga terdapat di daerah lainnya di Sumbar seperti Kabupaten Pasaman, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, dan sebagainya. Walhi meminta polisi untuk melakukan penindakan hukum di daerah-daerah tersebut.

Lebih lanjut, selain melakukan penegakan hukum, Walhi juga meminta pemerintah daerah untuk menyediakan alternatif pekerjaan bagi masyarakat sebagai sumber pendapatan lain agar tidak lagi menambang.

Baca Juga: 21 Pekerja Tambang Emas Asal Tasikmalaya Ditangkap di Solok Selatan, Bosnya Kabur

Sebelumnya diberitakan 21 pekerja tambang ilegal asal Tasikmalaya ditangkap di Solsel oleh tim gabungan Kepolisian Daerah Sumbar dan Kepolisian Resor Solsel. Hingga saat ini, polisi masih memburu pemodalnya. [fru]


Baca berita Solsel hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist