Wagub Sumbar Minta Penyaluran PKH di Pasaman Barat Dipantau Agar Tepat Sasaran

Penulis: Ahmad Romi

Berita Pasaman Barat terbaru dan berita Sumbar terbaru: Wagub Sumbar minta penyaluran PKH di Pasbar dievaluasi

Simpang Empat, Padangkita.com – Jika kondisi ekonomi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sudah membaik, maka bantuan harus diberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur Sumatara Barat (Sumbar) Nasrul Abit, Kamis (17/9/2020) di Jorong Bangkok, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dalam kegiatan penyerahan bantuan sembako.

Nasrul Abit disambut oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Pasbar, Setia Bakti, Camat Talamau Nur Fauziah Zein, Pucuk Adat Tuanku Bosa Talu Fadlan Maalip, serta kepala OPD terkait.

Dalam kesempatan itu, juga dibagikan sembako, kartu BPJS ketenagakerjaan, serta beberapa bantuan lainnya.

Nasrul Abit menyampaikan, salah satu program dalam pengentasan kemiskinan adalah dengan memberikan PKH. Namun, PKH ini di lapangan juga mengalami banyak persoalan sosial. Walaupun pada awal-awal banyak yang menolak, sekarang sebaliknya banyak masyarakat yang meminta PKH.

“Itulah tugasnya Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). TKSK harus bisa melihat itu, mengevaluasi kehidupan sosial masyarakat. Bagi yang sudah berubah sosial ekonominya, maka diberikan kepada yang lainnya,” jelas Nasrul Abit.

Ke depan, bagaimana penerima PKH tidak memikirkan lagi memenuhi kebutuhan dasar, tetapi sudah jauh memikirkan kehidupan keluarga dan masa depan anak.

“Bagaimana penerimaan PKH ini bisa meningkatkan taraf pendidikan anak-anaknya. Apalagi di zaman sekarang ini, hanya 5 persen lulusan perguruan tinggi yang diterima sebagai PNS. Selebihnya harus bersaing di dunia swasta. Untuk itu, pendidikan anak menjadi penting untuk meningkatkan taraf kehidupan ekonomi,” ulasnya.

Selain itu, Nasrul juga bertekad akan mengeluarkan sejumlah daaerah dari status tertinggal. Di Sumbar, kata dia, masih ada 120 nagari yang memiliki jorong tertinggal.

Sementara itu, Camat Talamau Nur Fauziah Zein menjelaskan di Talamau sendiri masih ada jorong yang tertinggal yakni Jorong Tombang. “Ada beberapa permasalahan yang dihadapi di Talamau, seperti akses jalan yang masih terbatas. Jalan Talu Lubuk Sikaping yang punya Provinsi Sumbar masih perlu perhatian kita semua. Selain itu, nagari definitif selalu ditunggu-tunggu oleh kita semua,” harapnya. [rom/pkt]


Baca berita Pasaman Barat terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com