Viral Mobil Partai Nasdem Diduga Gunakan Nopol ‘Cantik’

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Foto mobil jenis Toyota Alphard Vellfire yang diduga milik Partai Nasdem viral di Padang.

Mobil mewah bercorak ungu tua dengan gambar Anies Baswedan bersama salah satu pengurus Partai Nasdem Sumbar ini diduga menggunakan nomor polisi palsu.

Pasalnya dari hasil penelusuran dari laman resmi Bapenda Sumbar (bapenda.sumbarprov.go.id), tidak ditemukan pemilik atau peredaran mobil dengan nomor polisi BA 1745 DEM tersebut.

“Data tidak ditemukan! Periksa kembali nopol yang anda masukkan,” begitu yang muncul ketika ditelusuri Kamis (8/12/2022).

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Hilman Wijaya memastikan bahwa nopol BA 1745 DEM tidak teregistrasi.

“Yang jelas kalau dari kami itu tidak terdaftar,” kata Hilman dilansir Kamis (8/12/2022).

Meski demikian, kata Hilman, pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika mobil tersebut ditemukan berseliweran lagi di jalan raya.

“Ketika kami temukan lagi di jalan raya, kami ambil tindakan tegas,” katanya.

Namun, Ditlantas Polda Sumbar, katanya, tidak melayangkan surat teguran atau panggilan ke pengurus Partai NasDem.

“Karena kami belum tahu apakah itu (mobil) milik partai atau perorangan, bisa saja itu milik partai atau malah sebaliknya, yang jelas dari kami nopol kendaraan tersebut tidak terdaftar,” ucap Hilman.

Dalam Pasal 263 junto 266 KUHP dijelaskan bahwa penggunaan nopol bodong atau palsu dapat disanksi ancaman pidana penjara selama enam hingga tujuh tahun.

Selain pasal dalam KUHP, pemalsuan kendaraan bermotor dan pemilik kendaraan dengan pelat nomor ganda juga dapat dikenai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) dengan ancaman penjara dan denda.

Baca JugaTerima Motor Bodong dari Anak, Seorang Bapak di Kota Padang Ditangkap Polisi

Pasal 288 ayat 1 UU LLAJ menyatakan, setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB) atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCKB) dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. [*/pkt]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

No Content Available

Add New Playlist