Usai Terbantu Pandemi, Tingkat Pencemaran Udara Kota Pariaman Naik Lagi

Penulis: Isran Bastian

Kota Pariaman, Padangkita.com – Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Feri Andri mengungkapkan, target usaha mengatasi pencemaran udara di lingkungan sekitar Kota Pariaman mengalami penurunan selama tahun 2021 lalu.

Tahun 2020 untuk target dan capaian yang telah dilakukan oleh Dinas Perkim dan LH setempat, capaian penekanan tingkat pencemaran udara di kota itu sempat naik dari target yang ditetapkan pemerintah, karena terbantu kondisi pandemi Covid-19.

“Target yang ditentukan sebesar 59,88% dan capaian dari target tersebut sebesar 60,29%. Peningkatan capaian tersebut terjadi karena dalam masa pandemi covid-19 sehingga aktivitas masyarakat dan kendaraan yang beroperasi berkurang,” ungkap Feri saat ‘Sosialisasi UI Green City Metric Ranking’ secara daring, bertempat di Ruang Rapat Sekda, Rabu (26/1/2022) lalu.

Sosialisasi ini untuk membantu membangun kota sesuai dengan prinsip “Sustainable Development Goals (SDG). Selama ini untuk Kota Pariaman mereka telah menangani hal tersebut terutama tentang pengukuran indeks lingkungan hidup pada tahun 2020 dan 2021.

Lanjut Feri, sedangkan tahun 2021 target yang ditentukan sebesar 63,13%, dan capaiannya baru sebesar 54,93%. Terjadinya penurunan tersebut karena masyarakat sudah beraktifitas kembali seperti biasa, dan kendaraan sudah mulai beroperasi lagi, sehingga pencemaran udara di lingkungan sekitar Kota Pariaman terjadi lagi.

“Untuk tahun 2022 target yang ditetapkan sebesar 63,60%, dan pengukuran belum bisa dilakukan,” jelas dia.

Sementara itu, untuk masalah penanganan sampah, tahun 2020 target yang ditetapkan sebesar 54% , sedangkan capaiannya hanya sebesar 36,01%. Tahun 2021 target penangan sampah sebesar 75% tapi capaian yang baru bisa dilakukan dalam hal penanganan timbunan sampah tersebut sebesar 66,55%.

“Kedepannya kita akan lakukan evaluasi dan pengukuran sesuai dengan indeks pengukuran menurut UI Green Metric. Tapi demi tercapainya pengukuran kualitas udara yang bersih dan uji emisi kendaraan di Kota Pariaman, kami membutuhkan keterlibatan dari dinas terkait agar pengisian kuisioner ini bisa kami lakukan”, tegas Feri Andri.

Apa yang disampaikan oleh Feri Andri, mendapatkan apresiasi dari Pengurus UI Green Metric Bapak Ruki Harwahyu. Beliau senang mendengarkan upaya yang telah dilakukan pemerintah Kota Pariaman untuk melindungi masyarakatnya dari pencemaran lingkungan yang terdokumentasikan melalui angka-angka yang menjadi tolak ukur bagi daerah lainnya untuk bisa berlomba-lomba memperbaiki isu-isu yang ada di daerah mereka masing-masing.

Ruki Harwahyu mengungkapkan, Pemeringkatan Kabupaten/Kota di Indonesia melalui UI Green City Metric dibuat sebagai alat bagi Kabupaten/Kota untuk menjawab berbagai permasalahan keberlanjutan yang dihadapi dunia terlebih di Indonesia saat ini.

Baca Juga : Soal WN Nigeria Ditahan di Lapas Pariaman, Ini yang Dilakukan Kemenkumham Sumbar

Ingat dia, pemerintahan kabupaten/kota dapat bekerja bersama-sama untuk mengurangi akibat dari permasalahan lingkungan, karena UI Green City Metric adalah lembaga nirlaba sehingga semua kabupaten/kota dapat berpartisipasi tanpa dipungut biaya. [*/Pkt]

Terpopuler

Add New Playlist