Unand dan MIND ID Kolaborasi Kembangkan Ecotourism di Tempat-tempat Bekas Pertambangan  

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Universitas Andalan (Unand) menjalin kerja sama dengan BUMN Holding Industri Pertambangan atau Mining Industry Indonesia (MIND ID).

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor Unand Prof. Yuliandri dan Direktur Hubungan Kelembagaan PT. Indonesia Asahan Alumunium Persero (Inalum) Dany Amrul Ichdan, di ruang rapat senat kampus Unand Limau Manis, Senin (13/6/2022).

Saat penandatanganan nota kesepahaman, Rektor Yuliandri didampingi Wakil Rektor Unand bidang Perencanaan, Riset, Inovasi dan Kerja Sama Dr. Hefrizal Handra. Semenetara Direktur Hubungan Kelembagaan PT Inalum didampingi oleh Direktur Sumber Daya Manusia PT. Bukit Asam Suherman.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor Unand Prof. Yuliandri dan Direktur Hubungan Kelembagaan PT. Indonesia Asahan Alumunium Persero (Inalum) Dany Amrul Ichdan. [Foto: Humas Unand]

Prof. Yuliandri mengatakan bahwa nota kesepahaman antara Unand dengan MIND ID memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan khususnya di bidang pertambangan, sosial dan lingkungan.

”Unand saat ini berpacu dalam ranking World Class University, dalam pencapaian tersebut Unand juga terus melakukan inovasi dan kolaborasi. Mudahan-mudahan dengan MoU ini kita dapat saling menguatkan,” ujar Rektor Yuliandri.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Hubungan Kelembagaan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Inalum).

”PT. Indonesia Asahan Alumunium Persero (Inalum) yang merupakan BUMN di perusahaan pertambangan juga memiliki visi besar. Tidak hanya menjadi perusahaan tambang terbaik di Indonesia tetapi juga sudah sampai di tingkat Asia. Oleh karena itu, kita butuh bantuan juga dari perguruan tinggi  untuk melakukan riset-riset dalam pengembangan ilmu pengetahuan terutama di bidang pertambangan,” ujar Dany Amrul Ichdan.

Ia juga mengatakan meskipun di Universitas Andalas (Unand) belum memiliki jurusan khusus pertambangan tetapi Unand dan MIND ID dapat berkolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pertambangan, misalnya dalam bidang ekonomi, teknik, sosial dan lainnya.

Dany Amrul Ichdan juga mengatakan bahwa saat ini permasalahan atau kekurangan terkait rebranding atau meng-upgrade branding.

“Sebagai contoh kita bisa melihat potensi bekas pertambangan batu bara di Ombilin Sawahlunto yang sudah menjadi situs warisan dunia dari UNESCO,” ujar Dany.

”MIND ID juga memiliki visi untuk melestarikan tempat-tempat bekas pertambangan sebagai sejarah yang sangat berharga bahwa alam kita memiliki komoditas yang luar biasa yang harus dilestarikan seperti di Ombilin,” ulasnya.

Dany Amrul Ichdan juga berharap MIND ID dengan Univeristas Andalas dapat berkolaborasi dalam mengembangak ecotourism (ekowisata), khususnya di Sumbar dengan terus melakukan upaya riset dan inovasi branding agar aset yang ada dapat menjadi ikon pariwisata di Indonesia maupun mancanegara.

Pada kegiatan penandatanganan MoU turut hadir jajaran pimpinan di MIND ID. Di antaranya Kepala Divisi Institutional Relations Niko Candra, Kepala Divisi CSR Binahidra Logiardi, Kepala Unit CSR Satya Rizka Adi Nugroho, dan Associate Government Relations Ginda Ginanti.

Baca juga: Unand Percepat Transformasi Lewat Kerjasama dengan PT Telkom Indonesia

Kemudian, perwakilan dari PT. Bukit Asam yang merupakan anak perusahaan MIND ID, GM Unit Pertambangan Ombilin Yulfaizon, VP Sustainability Hartono, Staf Ahli CSR Roy Ubaya, AM CSR Mustafa dan AM Kepegawaian, Umum dan Keuangan Alman Syarif. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist