Trauma Banjir dan Longsor Tanah Datar: Kisah Aston Zuwider Menyelamatkan Diri dan Keluarganya

Trauma Banjir dan Longsor Tanah Datar: Kisah Aston Zuwider Menyelamatkan Diri dan Keluarganya

Lokasi rumah Aston Zuwider, Jorong Tigo Batua Nagari Parambahan Kecamatan Lima Kaum yang hilang tersapu banjir bandang. [Foto: Padangkita]

Batusangkar, Padangkita.com - Musibah banjir bandang dan longsor yang menimpa beberapa wilayah Tanah Datar Sabtu (11/5/2024) lalu tentunya meninggalkan kesan dan trauma yang tak terlupakan, terutama bagi masyarakat terdampak.

Begitu juga dirasakan Aston Zuwider, 59 tahun warga Jorong Tigo Batua Nagari Parambahan Kecamatan Lima Kaum yang masih sempat menyelamatkan diri dari terjangan banjir dan galodo tersebut.

"Meski rumah rusak berat dan satu unit sepeda motor hanyut, Alhamdulillah, Saya bersama istri dan seorang anak masih sempat menyelamatkan diri, seandainya terlambat dua menit saja, maka mungkin Saya bersama keluarga sudah hanyut," katanya kepada Padangkita.com, ditemui Rabu (16/5/2024).

Diungkapkan Aston, peristiwa tersebut meninggalkan kesan dan trauma kepada dirinya, karena peristiwa itu belum pernah terjadi selama ia hidup.

"Saat malam kejadian, Saya duduk di rumah karena hujan gerimis dan memang saat itu air sungai yang hanya berjarak 25 meter dari rumah Saya sedikit naik dari biasanya, namun saya anggap biasa saja," kenangnya.

Lampiran Gambar

Namun, tambah Aston, setelah listrik padam, ia mendengar suara dentuman dari arah hulu sungai atau arah ke Nagari Sungai Jambu yang berada di kaki Gunung Marapi.

"Mendengar dentuman sangat keras, maka Saya teriak dan ajak istri dan anak untuk segera berlari ke lokasi lebih jauh, Alhamdulillah, walau harus menerjang semak setinggi dada dalam kegelapan, kami sekeluarga bersama beberapa orang tetangga berhasil selamat dan bermalam di sebuah SD yang berjarak lebih kurang 3 kilometer dari rumahnya," ungkap Aston.

Keesokan harinya Aston mendapat kabar, rumah di seberang rumahnya, hanyut dihantam material banjir dan beberapa tetangganya dinyatakan menjadi korban.

"Ada sekitar 6 rumah yang hanyut dan 10 orang dinyatakan hilang, dan katanya sudah 9 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dikebumikan, masih ada 1 orang lagi yang masih di cari," sampainya.

Aston bersama istri dan anaknya saat ini mengungsi ke rumah kerabatnya berharap bantuan dan solosi lebih lanjut dari Pemerintah.

Baca Juga: Bahaya Lahar Dingin Mengancam Pengungsi Banjir Tanah Datar, Risma Perintahkan Relokasi

"Saya masih trauma pak, kalau memang ada program relokasi rumah, Saya siap untuk pindah ke lokasi yang lebih aman," pungkasnya. [djp]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

TMMD Ke-120 Tanah Datar Resmi Ditutup: Membangun Nagari dan Memperkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat
TMMD Ke-120 Tanah Datar Resmi Ditutup: Membangun Nagari dan Memperkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat
Bhayangkari dan OASE KIM Kunjungi Korban Banjir Tanah Datar, Serahkan Bantuan dan Trauma Healing
Bhayangkari dan OASE KIM Kunjungi Korban Banjir Tanah Datar, Serahkan Bantuan dan Trauma Healing
Alokasi Pupuk Bersubsidi di Tanah Datar Naik 91,5%, Petani Senang
Alokasi Pupuk Bersubsidi di Tanah Datar Naik 91,5%, Petani Senang
56 Sabo Dam Akan Dibangun di Tanah Datar untuk Mencegah Banjir, Dimulai Tahun Ini
56 Sabo Dam Akan Dibangun di Tanah Datar untuk Mencegah Banjir, Dimulai Tahun Ini
25 Hari Pascabanjir Bandang, Bantuan Rp1,6 Miliar Terkumpul di Tanah Datar
25 Hari Pascabanjir Bandang, Bantuan Rp1,6 Miliar Terkumpul di Tanah Datar
Kajari Otong Hendra Rahayu Pindah Tugas, Anggiat AP Pardede Gantikan
Kajari Otong Hendra Rahayu Pindah Tugas, Anggiat AP Pardede Gantikan