Tradisi Masyarakat Menyambut Ramadan di Minangkabau

Penulis: Sonia
|
Editor: Redaksi

Berita Jeda hari ini dan berita Sumbar hari ini: Sejumlah tradisi dan budaya menyambut bulan Ramadan di Minangkabau

Padang, Padangkita.com– Bulan Ramadan disambut dengan berbagai tradisi dan ritual. Di Sumatra Barat (Sumbar) tiap-tiap daerah memiliki keunikan. Ada ziarah kubur, bersilaturahmi dengan keluarga, makan bersama dan berdoa.

Padangkita.com merangkum tradisi-tradisi yang ada di masyarakat Minangkabau sebelum datangnya bulan Ramadan.

Manjalang Mintuo dan Malamang

Manjalang atau mengunjungi mintuo (mertua) dilakukan oleh perempuan yang telah punya suami di Minangkabau saat menjelang bulan puasa. Manjalang mintuo merupakan upaya menantu perempuan bersilaturahmi dengan mertua dan keluarga besar suaminya. Tradisi ini menjadi rutinitas bagi perempuan Minangkabau, terutama yang baru menikah.

Ketika manjalang mintuo, menantu biasanya membawa penganan berupa lamang tapai. Oleh sebab itu, tradisi malamang dan manjalang mintuo ini serentak dilakukan ketika memasuki bulan Ramadan.

Marandang

Menjelang datang Ramadan, para ibu sudah bersiap memasak rendang atau randang untuk sahur dan berbuka di hari pertama Ramadan. Puasa dan sahur pertama cenderung terasa berat. Oleh sebab itu, kehadiran rendang sebagai lauk dapat menggugah selera saat santap sahur.

Balimau

Sebelum tarawih pertama, masyarakat Minangkabau melakukan balimau untuk menyucikan diri. Mandi balimau menggunakan jeruk dan beberapa ramuan alami beraroma wangi, seperti daun pandan, bunga kenanga, dan akar tanaman gambelu.

Pada praktiknya, mandi balimau dilakukan di lubuk, sungai, atau sumber mata air. Namun, saat pandemi pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan mandi balimau di rumah saja.

Doa Bersama dan Makan Bajamba

Di Nagari Kampung Pinang, Padang Pariaman sebelum datangnya Ramadan diadakan makan bersama di masjid. Kaum ibu membawa jamba ke masjid yang berisi nasi, lauk pauk, dan penganan ringan. Kegiatan diisi dengan makan bersama, mendegar ceramah ulama, dan saling bermaaf-maafan, baik sesama keluarga maupun tetangga.

Ziarah Kubur dan Bakawu

Ziarah dan membersihkan kuburan anggota keluarga merupakan salah satu tradisi yang dilakukan sebelum Ramadan. Tradisi ini dilakukan sebagai pengobat perasaan rindu karena tidak melewati Ramadan dengan keluarga yang telah meninggal.

Selain itu, ada tradisi bakawu di Tanah Datar. Berkawu/berkhaul adalah berziarah ke makam syekh. Di Nagari Taluak Tanah Datar terdapat beberapa makam yang biasanya dikunjungi, seperti di Boncah, di Batu Godang, dan di Sigunuong-gunuong.

Maniliak Bulan

Maniliak bulan atau melihat bulan secara langsung dengan mata tanpa perantara alat apa pun. Tradisi ini merupakan salah satu cara menentukan awal Ramadan. Maniliak bulan dilakukan di beberapa tempat di Sumbar, seperti di kompleks Makam Syekh Burhanudin Ulakan, Lintuo Buo Tanah Datar, dan Koto Tuo Agam.

Baca juga: Polda Sumbar Bakal Bubarkan Kerumunan Saat Balimau, Satake: Pandemi Belum Selesai

Di Ulakan, tradisi maniliak bulan juga dibarengi dengan ziarah ke makam Syekh Burhanudin. Masyarakat yang datang maniliak bulan akan melihat bulan di Pantai Ulakan menjelang magrib dan ditutup dengan salat magrib berjamaah di pantai. [pkt]

Baca berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler