Tol Padang – Pekanbaru Menembus Perut Bukit Barisan, Bagaimana Keamanan Terowongan Tol?   

Tol Padang – Pekanbaru Menembus Perut Bukit Barisan, Bagaimana Keamanan Terowongan Tol?   

Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu).yang memiliki terowongan kembar atau Twin Tunnel yang juga menjadi terowongan tol terpanjang dan pertama di Indonesia saat ini. Rencananya, Jalan Tol Padang - Pekanbaru juga akan punya terowongan tol yang akan menembus perut Bukit Barisan. [Foto: Dok. BPJT Kementerian PUPR]

Padang, Padangkita.com Jalan Tol Padang – Pekanbaru yang nantinya akan memiliki panjang total 254 km, akan punya sejumlah terowongan yang menembus perut Bukit Barisan. Dapat dibayangkan betapa tingkat keamanannya mesti menjadi utama, karena kawasan yang rentan gempa bumi.

Nah, sebagai gambaran soal tingkat keamanan terowongan jalan tol, saat ini dapat dilihat dari Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu). Jalan tol ini memiliki terowongan kembar atau Twin Tunnel yang juga menjadi terowongan tol terpanjang dan pertama di Indonesia.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan, terowongan kembar tersebut dilengkapi dengan beragam komponen keselamatan yang berfungsi sebagai penolong dan membantu pengendara saat keadaan darurat, seperti gempa bumi dan kebakaran.

Dimulai dari komponen generator darurat yang merupakan sistem generator cadangan beroperasi saat jaringan listrik gagal mengirimkan listrik. 

Praktisnya, generator darurat ini dapat beroperasi dengan menggunakan bahan bakar bensin, solar, gas alam, atau propana. Selain itu, generator ini juga dapat beroperasi bila daya normal gagal. Caranya, dengan menonaktifkan daya normal dan mengoperasikan sistem darurat dengan beban darurat listrik yang dipilih.

Selanjutnya, ada komponen keselamatan jalur evakuasi yang dapat digunakan saat situasi darurat. Pada jalur evakuasi ini tersedia rute darurat di dalam terowongan. 

“Pengguna akan diarahkan ke muka terowongan melalui sisi kanan dan kiri badan jalan mengikuti petunjuk rute darurat menggunakan lampu penunjuk,” demikian penjelasan BPJT dikutip Senin (10/5/2024). 

Lalu, ada sistem pemadam kebakaran yang terdiri dari elemen-elemen pendeteksi kebakaran, seperti alat pemadam serta perlengkapan monitoring kebakaran di terowongan yang sudah termasuk alarm kebakaran dan perlengkapan pemadam kebakaran manual beserta petunjuknya. 

“Perlengkapan tersebut telah disediakan di dalam terowongan dan dapat digunakan oleh pengguna, sedangkan untuk peralatan berskala besar berserta alat pelindung diri yang tersedia ditujukan untuk digunakan oleh petugas pemadam kebakaran,” dijelaskan BPJT. 

Komponen berikutnya adalah alarm telepon yang tersedia di dalam terowongan dan dapat digunakan pada interkom suara dua arah, rekaman, panggilan tunggal, panggilan kelompok, panggilan siaran, siaran satu arah, siaran waktu, siaran reservasi, dan penerusan panggilan.

Selain itu, juga terdapat lampu darurat yang terbagi menjadi 3, yakni lampu darurat I digunakan ketika sumber listrik utama berhenti, penerangan darurat melalui daya generator darurat dengan waktu switching tidak lebih dari 3 detik dan durasi waktu nyala lebih dari 30 menit.

Lampu darurat II akan menyala secara otomatis pada generator diesel di dalam terowongan ketika waktu listrik mati melebihi 30 menit (waktu dapat diatur).

“Generator diesel ini dapat dinyalakan secara manual ketika listrik mati terjadi,” terang BPJT dalam situs resminya.

Kemudian, terdapat lampu induksi darurat yang dipasang di terowongan untuk memudahkan evakuasi pengguna jalan saat terjadi kebakaran.

“Tanda lampu induksi darurat mengindikasikan arah dan jarak portal pelarian terdekat,” demikian BPJT.

Meski begitu, untuk torowongan tol yang akan menembus perut Bukit Barisan tentu akan menyesuaikan dengan kondisi saat pembangunan nanti.

Sekadar informasi, Jalan Tol Padang – Pekanbaru yang menjadi sirip atau feeder Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) masih tahap pembangunan. Dua ruas yang masuk wilayah Riau dari Pekanbaru sudah resmi beroperasi. Yakni, Tol Pekanbaru – Bangkinang, dan Tol Bangkinang – Pangkalan tahap I (Bangkinang – XIII Koto Kampar).

Sementara itu yang masuk wilayah Sumatra Barat (Sumbar), baru satu ruas yang hampir selesai, yakni Tol Padang – Sicincin. Dengan demikian, masih ada 3 atau 4 ruas lagi yang dalam perencanaan. Yakni, Tol Sicincin – Bukittinggi, Tol Bukittinggi – Payakumbuh, Tol Payakumbuh – Pangkalan, dan Pangkalan – XIII Koto Kampar.

Baca juga: Jalan Tol Terindah 3 Terowongan Menembus Bukit Barisan Ini kembali Digarap   

Dalam rencananya, terowongan akan dibangun pada ruas Tol Sicincin – Bukittinggi, dan Payakumbuh – Pangkalan. Pembangunan terowongan tol ini, akan didukung oleh Jepang.  

[*/pkt]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

Sejarah Stadion Utama Gelora Bung Karno dari Dulu hingga Kini  
Sejarah Stadion Utama Gelora Bung Karno dari Dulu hingga Kini  
Tahun Ini Padang – Pekanbaru lebih Singkat 2,5 Jam, Menuju Perjalanan Sumbar - Riau 3 Jam Saja
Tahun Ini Padang – Pekanbaru lebih Singkat 2,5 Jam, Menuju Perjalanan Sumbar - Riau 3 Jam Saja
Resmikan Ruas Bangkinang – Pangkalan Tahap I, Jokowi Berharap Tol terus Berlanjut ke Padang
Resmikan Ruas Bangkinang – Pangkalan Tahap I, Jokowi Berharap Tol terus Berlanjut ke Padang
Jadi Program Prioritas, Pemko Padang terus Lanjutkan Perbaikan Jalan
Jadi Program Prioritas, Pemko Padang terus Lanjutkan Perbaikan Jalan
Didukung Insinyur Jepang dan JICA, 6 Sabo Dam Gunung Marapi Dibangun Tahun Ini
Didukung Insinyur Jepang dan JICA, 6 Sabo Dam Gunung Marapi Dibangun Tahun Ini
Penuh Tantangan Pulihkan Jalan di Lembah Anai, HKI Berkomitmen Target Rampung Akhir Juli
Penuh Tantangan Pulihkan Jalan di Lembah Anai, HKI Berkomitmen Target Rampung Akhir Juli