Tim Terpadu Penertiban Tambang Ilegal Sumbar Temukan Alat Berat di Duo Koto Pasaman

Tim Terpadu Penertiban Tambang Ilegal Sumbar Temukan Alat Berat di Duo Koto Pasaman

Tim Terpadu Pencegahan dan Penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menemukan alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas tambang ilegal di Jorong Lubuk Aro, Kecamatan Rao, tim bergerak ke Muaro Tambangan, Kecamatan Duo Koto, Kamis malam (15/1/2026). [Foto: Dok. Biro Adpim Sumbar] Di lokasi tersebut, tim terpadu yang terdiri da

Lubuk Sikaping, Padangkita.com — Tim Terpadu Pencegahan dan Penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali melanjutkan aksi penertiban tambang ilegal di Kabupaten Pasaman. Setelah sebelumnya menertibkan PETI di Jorong Lubuk Aro, Kecamatan Rao, tim bergerak ke Muaro Tambangan, Kecamatan Duo Koto, Kamis malam (15/1/2026).

Di lokasi tersebut, tim terpadu yang terdiri dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar, jajaran TNI, jajaran Satpol PP serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar menemukan satu unit alat berat yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas penambangan tanpa izin.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto mengatakan meski para pelaku tidak ditemukan karena telah meninggalkan lokasi, sejumlah barang bukti berhasil diamankan dan semakin menguatkan dugaan terjadinya praktik PETI.

“Di lokasi PETI Muaro Tambangan, Kecamatan Duo Koto ini, tim menemukan satu unit alat berat merek Komatsu, satu box alat penyaring, serta tenda. Monitor alat berat kita sita untuk kepentingan penyelidikan, sementara tenda, box, dan peralatan pendukung lainnya kita musnahkan dengan cara dibakar agar tidak digunakan kembali,” ungkap Helmi.

Selain itu, tim juga memasang police line dan spanduk larangan sebagai penegasan bahwa kawasan tersebut tidak boleh lagi digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal.

Helmi menegaskan, penertiban ini merupakan wujud komitmen dan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumbar dalam menekan maraknya aktivitas PETI yang merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Sumbar terus mendorong penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang selanjutnya dapat menjadi dasar penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) oleh Kementerian ESDM.

“Kami berharap dalam waktu dekat WPR ini dapat ditetapkan oleh Menteri ESDM. Ini menjadi solusi agar masyarakat bisa melakukan penambangan secara legal, tertib, dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Muaro Tambangan untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal sembari menunggu kejelasan proses legalitas.

“Jika sudah legal, penambangan bisa dilakukan sesuai kaidah yang baik, menjaga lingkungan, dan memberi manfaat ekonomi. Kalau sekarang, menambang tapi dihantui rasa takut dan berisiko merusak alam,” katanya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Pol. Andry Kurniawan menegaskan pihak kepolisian mendukung penuh langkah Pemprov Sumbar dalam menekan PETI, termasuk dengan mendorong penetapan WPR sebagai solusi jangka panjang.

“Di lokasi ini kami menemukan satu unit alat berat yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan penyelidikan. Polri mendukung Pemprov Sumbar dalam mendorong penetapan WPR agar masyarakat dapat beraktivitas secara legal, aman, dan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.

Baca juga:

Menurutnya, dengan adanya legalitas, masyarakat dapat bekerja dengan tenang, pemerintah memperoleh manfaat dari sektor pajak, dan potensi kerusakan lingkungan dapat diminimalisasi.

“Yang paling utama, kelestarian alam tetap terjaga,” pungkasnya. [*/adpsb]

Baca Juga

Sumbar Raih Nilai Tertinggi Nasional Pembinaan Ideologi Pancasila
Sumbar Raih Nilai Tertinggi Nasional Pembinaan Ideologi Pancasila
Minang Halal Fest 2026 Resmi Dibuka, Diselenggarakan 16 - 18 Januari
Minang Halal Fest 2026 Resmi Dibuka, Diselenggarakan 16 - 18 Januari
Gubernur Mahyeldi Laporkan Kondisi Terkini Pascabencana Sumbar di Rakor Satgas Nasional
Gubernur Mahyeldi Laporkan Kondisi Terkini Pascabencana Sumbar di Rakor Satgas Nasional
Kapal Pesiar Prancis Datang ke Mentawai Bawa Ratusan Wisatawan, Promosi Dinilai Mulai Berhasil
Kapal Pesiar Prancis Datang ke Mentawai Bawa Ratusan Wisatawan, Promosi Dinilai Mulai Berhasil
6.451 Haktare Lahan Pertanian Rusak Akibat Bencana di Sumbar, Rehabilitasi Resmi Dimulai
6.451 Haktare Lahan Pertanian Rusak Akibat Bencana di Sumbar, Rehabilitasi Resmi Dimulai
Tim Terpadu Sumbar Tertibkan Aktivitas Tambang Ilegal di Pasaman, Barang Temuan Dimusnahkan
Tim Terpadu Sumbar Tertibkan Aktivitas Tambang Ilegal di Pasaman, Barang Temuan Dimusnahkan