Padangkita.com – Tiga daerah ini akan jadi fokus utama pemerintah provinsi Sumatra Barat untuk peremajaan atau replanting tanaman sawit yang sudah tua.
“Ada tiga daerah, yaitu Kabupaten Pasaman Barat, Dharmasraya, dan Pesisir Selatan,” kata Candra, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Sabtu (24/2/2018).
Ia mengatakan tiga daerah itu merupakan daerah dengan jumlah perkebunan sawit paling banyak di Sumbar, sekaligus juga sudah banyak kebun sawit milik petani dalam usia tua dan perlu dilakukan peremajaan.
Menurutnya, tahun ini Sumbar dapat jatah bantuan dana replanting dari pusat untuk lahan sawit milik petani seluas 6.287 hektare.
“Kami sedang data petani – petani yang akan menerima bantuan dana untuk program peremajaan kebun sawit dari pusat ini,” katanya.
Jumlah itu, katanya, dibagi untuk masing – masing daerah dengan rincian sebanyak 2.581 hektare untuk Kabupaten Pasaman Barat, 2.199 hektare untuk Dharmasraya dan 1.507 hektare untuk Pesisir Selatan.
Candra mengatakan replanting kebun sawit rakyat itu penting untuk mempertahankan produksi sawit milik petani, sehingga produksi tetap terjaga meski tidak ada penambahan luas lahan tanam.
Ia menuturkan untuk proses mendapatkan bantuan peremajaan itu, pemda tengah mengumpulkan dan melengkapi persyaratan penerima bantuan, seperti identitas petani, luas kebun, titik koordinat dan bukti kepemilikan lahan.
“Setelah persyaratan lengkap, baru tim khusus replanting melakukan pengecekan dan merekap data, kemudian dikirim ke provinsi,” ujarnya.
Data yang dikumpulkan tersebut akan dikirim ke pemerintah pusat untuk diusulkan masuk dalam program peremajaan kelapa sawit oleh pemerintah.
Masing – masing petani mendapatkan bantuan peremajaan sebesar Rp25 juta per hektare dan akan dicairkan pada penghujung tahun ini, atau sekitar Oktober 2018.