Tertibkan Ilegal Mining di Sinuruik, Personel Polres Pasaman Barat Diadang Warga Pakai Parang

Penulis: Ahmad Romi
|
Editor: Zulfikar

Simpang Empat, Padangkita.com – Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat (Pasbar) dan Kepolisian Sektor (Polsek) Talamau diadang warga menggunakan parang ketika akan menertibkan aktivitas ilegal mining di Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Pasbar, Rabu (3/11/2020) kemarin.

Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat, AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Pasbar, AKP Fetrizal S mengatakan, tim datang ke lokasi karena laporan adanya aktivitas ilegal mining di daerah itu.

Baca Juga

“Setelah kita diperintah pimpinan, kita langsung bentuk tim dan terjun ke lokasi dengan bergabung bersama personil dari Polsek Talamau,” ujar Fetrizal kepada Padangkita.com saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/11/2020).

Diceritakan Fetrizal, ketika tim sampai di lokasi, alat berat yang sebelumnya dilaporkan ada di lokasi sudah tidak ada lagi dan diduga sudah dikeluarkan sebelum petugas datang.

“Di lokasi, kita hanya melihat beberapa unit mesin penyedot air dan saringannya serta pondok yang terbuat dari terpal plastik. Itu sudah kita amankan,” jelas Fetrizal.

Di lokasi, kata Fetrizal, tim juga sempat diadang sejumlah warga, mereka ada yang menggunakan parang dan kayu balok.

“Diduga mereka mendukung aktivitas itu. Dalam perjalanan pulang, kita diadang sejumlah warga, mereka tidak menginginkan polisi ada di lokasi. Mereka ada yang membawa parang dan kayu balok,” paparnya.

Tidak hanya itu, juga ada warga yang memotong jembatan yang biasa digunakan untuk menyeberangi sungai menuju lokasi tersebut. Namun, berutung tim dari Bhabinkamtibmas Talamau berhasil menenangkan warga.

“Jembatan itu terbuat dari bambu dan merupakan satu-satunya akses untuk menyeberangi sungai menuju lokasi itu,” terang Fetrizal.

Baca juga: Tertibkan Ilegal Mining di Sinuruik, Personel Polres Pasaman Barat Diadang Warga Pakai Parang

Atas kejadian itu, Fetrizal bersyukur tidak terjadi perseteruan yang berujung kontak fisik antara personil polisi dan warga. “Kita berharap warga setempat bisa mengerti dan paham akibat dari aktivitas ilegal mining itu, dan mereka tidak mengulangi lagi hal yang sama,” katanya. [zfk]


Baca berita Pasaman Barat terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler