Tempat Karantina dan Ruang Isolasi Rumah Sakit Masih Mencukupi Tampung Lonjakan Kasus Covid-19 di Sumbar

Penulis: MF Zikri

Berita Padang terbaru dan berita Sumbar terbaru: Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal memastikan sejauh ini tempat isolasi dan karantina terhadap pasien positif di Sumbar masih mencukupi

Padang, Padangkita.com – Sumatra Barat (Sumbar) mencatat rekor tertinggi kasus harian Covid-19, Minggu (6/9/2020) dengan 233 kasus baru. Menanggapi lonjakan itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal memastikan sejauh ini tempat isolasi dan karantina terhadap pasien positif di Sumbar masih mencukupi.

“Kita selalu siap dan semua sudah kita persiapkan. Tempat isolasi dan karantina kita masih mencukupi, kalau kurang akan kita tambah,” ujar Jasman kepada Padangkita.com melalui sambungan telepon, Minggu (6/9/2020).

Saat ini, kata dia, Sumbar telah menyediakan empat tempat isolasi karantina serta beberapa rumah sakit rujukan dan rumah sakit khusus Covid-19 untuk tempat isolasi dengan total kamar 500 lebih.

Namun, jika tempat isolasi dan karantina itu tidak mencukupi, Pemprov Sumbar masih memiliki beberapa tempat lainnya yang sebelumnya sudah ditutup.

“Kita kan awalnya dulu pas masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskal Besar) ada 9 tempat (karantina). Jadi beberapa telah ditutup kembali karena memang tidak dihuni lagi. Namun jika perlu, akan kita aktifkan lagi,” kata Jasman.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Sumbar Meledak 233 Orang Positif, Catat Rekor Baru Kasus Harian

Selain tempat isolasi dan karantina, kata Jasman, Pemprov Sumbar juga telah mempersiapkan dana yang cukup untuk penanganan pasien. “Dana pun sudah kita persiapkan,” ucap dia.

Lonjakan kasus positif Covid-19 hari ini, lanjut Jasman, merupakan hasil tracking dan tracing dari pasien yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Ada sekitar 3.138 sampel swab yang diperiksa di laboratorium.

“Ini merupakan hasil dari tracking, tracing, dan testing yang baik dan masif kita lakukan,” kata Jasman.

Dia berharap, dengan lonjakan kasus positif ini, masyarakat semakin sadar akan bahaya penyebaran Covid-19 yang begitu cepat. Dia juga mengajak seluruh elemen pemerintah di kabupaten dan kota saling bahu membahu dalam menangani Covid-19.

“Kalau bisanya, setiap kabupaten dan kota itu ada tempat isolasi karantinanya. Biar ada setiap pasien positif dapat ditangani dengan fokus oleh kabupaten dan kota masing-masing. Tidak perlu kamarnya banyak, 50 saja cukup,” tutupnya. [mfz/pkt]


Baca berita Padang terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com