Telah 2.500 Km Beroperasi, Ini Sejarah Pembangunan Jalan Tol di Indonesia

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Total panjang jalan tol yang telah operasional di Indonesia adalah 2.500 km, yang dikelola oleh 46 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pada 66 ruas jalan tol. Jalan tol tersebut tersebar di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

Sejumlah ruas jalan tol kini juga ada yang sedang dibangun dan sebagian lagi sedang dalam perencanaan pembangunan. Nah, sebetulnya kapan jalan tol mulai dibangun di Indonesia?

Kata ‘tol’ sendiri merupakan singkatan dari tax on location yang artinya jalan yang dikenakan pajak atau biaya ketika dilewati. Menurut Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), jalan tol pertama di Indonesia hadir pada tahun 1978, sejalan dengan dioperasikannya Jalan Tol Jagorawi.

Jalan tol pertama ini memiliki panjang 59 km (termasuk jalan akses), yang menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi.

Pembangunan jalan tolnya sendiri dimulai pemerintah tahun 1975. Dananya berasal dari anggaran pemerintah dan pinjaman luar negeri yang diserahkan kepada PT. Jasa Marga (persero) Tbk. sebagai penyertaan modal. Selanjutnya PT. Jasa Marga ditugasi oleh pemerintah untuk membangun jalan tol dengan tanah yang dibiayai oleh pemerintah.

Lalu, mulai tahun 1987, pihak swasta mulai ikut berpartisipasi dalam investasi jalan tol sebagai operator jalan tol dengan menandatangani perjanjian kuasa pengusahaan (PKP) dengan PT Jasa Marga.

Kemudian, pembangunan jalan tol terus berlanjut. BPJT Kementerian PUPR mencatat, hingga tahun 2007, panjang jalan tol yang telah dibangun dan beroperasi mencapai 553 km.

Pada periode 1995 hingga 1997 dilakukan upaya percepatan pembangunan jalan tol melalui tender 19 ruas jalan tol sepanjang 762 km. Namun upaya ini terhenti akibat adanya krisis moneter pada Juli 1997 yang mengakibatkan pemerintah harus menunda program pembangunan jalan tol. Penundaan ini didasari Keputusan Presiden No. 39/1997. Akibat penundaan tersebut pembangunan jalan tol di Indonesia mengalami stagnansi. Pada periode 1997-2001 panjang jalan tol baru yang dibangun hanya 13,30 km saja.

Lalu, pada tahun 1998 Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden No.7/1998 tentang Kerjasama Pemerintah dan Swasta dalam penyediaan Infrastruktur.

Selanjutnya tahun 2002 Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden No. 15/2002 tentang penerusan proyek-proyek infrastruktur. Pemerintah juga melakukan evaluasi dan penerusan terhadap pengusahaan proyel-proyek jalan tol yang tertunda. Mulai dari tahun 2001 sampai tahun 2004 terbangun 4 ruas jalan dengan panjang total 41,80 km.

Pada tahun 2004 terbit Undang-Undang No.38 tahun 2004 tentang Jalan yang mengamanatkan pembentukan BPJT sebagai pengganti peran regulator yang selama ini dipegang oleh PT Jasa Marga.

Proses pembangunan jalan tol kembali memasuki fase percepatan mulai tahun 2005. Pada 28 Juni 2005 dibentuk Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebagai regulator jalan tol di Indonesia. Pada 1997, pembangunan sebanyak 19 proyek jalan tol yang sempat tertunda, kembali dilanjutkan.

Baca juga: PUPR Ungkap Data Terbaru Jalan Nasional dan Jalan Tol yang Siap Digunakan di Lebaran 2022

Pembangunan jalan tol pun kemudian makin masif memasuki tahun 2014 hingga sekarang. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist