Teknologi dan Inovasi yang Diterapkan di Jalan Tol Padang – Sicincin Bawa HKI Juara 1 di Indonesia

Penulis: Redaksi

Jakarta, Padangkita.com – Pembangunan Jalan Tol Padang – Sicincin memang masih berlangsung, dan ditargetkan selesai pada 2024 mendatang. Namun, ternyata pembangunan jalan tol pertama di Sumatra Barat (Sumbar) ini menggunakan teknologi dan inovasi tinggi.

Atas penerapan teknologi dan inovasi tersebut, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) anak perusahaan Hutama Karya yang menjadi pelaksana pembangunan, mendapat penghargaan.

HKI dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Inovasi Teknologi Pembangunan Jalan dan Jembatan Melalui Video yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dalam memperingati Hari Jalan 2022.

Penyerahan penghargaan Lomba Hari Jalan 2022 ini diselenggarakan pada puncak peringatan Hari Jalan 2022, Rabu (20/12/2022) lalu. Penghargaan lomba diserahkan oleh Hedy Rahardian, selaku Direktur Jenderal Bina Marga dan diterima oleh Mutiar Warman selaku Kepala Departemen Teknik dan Design HKI.

Penggunaan FDC di Jalan Tol Padang – Sicincin

Adapun inovasi yang dilombakan dalam bentuk video ini, yakni penggunaan full displacement column (FDC) di proyek Jalan Tol Padang-Sicincin. FDC merupakan salah satu metode rigid inclusion dan biasa dikenal dengan metode KGM atau Kolom Grout Modular, yang dinilai dapat mengantisipasi terjadinya kerusakan jalan tol akibat kondisi tanah lunak.

Metode ini dilakukan dengan membuat lubang bor dengan cara melakukan penetrasi lapisan tanah tanpa mengeluarkan tanah terbor ke permukaan. Setelah mata bor mencapai kedalaman yang direncanakan, pengisian material penguat berupa cement grout/mortar/beton dilakukan melalui ujung alat tersebut.

Efek dari kombinasi densifikasi akibat proses pengeboran dan penguatan tanah menggunakan material grout akan meningkatkan modulus kekakuan pada tanah lunak.

Dibandingkan dengan metode perbaikan tanah lainnya, metode FDC dapat diterapkan di lokasi dengan berbagai jenis tanah, mulai tanah kerikil berpasir (sandy gravel), pasir, lanau dan lempung hingga pada tanah yang lunak (soft organic soil) selama tanah tersebut masih dapat dipindahkan atau dimampatkan.

Metode FDC dapat memberikan peningkatan friksi kolom beton bertulang karena dengan metode ini terdapat proses pemadatan sehingga dapat mengurangi penurunan konsolidasi tanah dan dapat mengurangi kompresibilitas tanah, menurunkan potensi likuifaksi.

Menurut Direktur Operasi III HKI Selo Tjahjono, FDC yang diimplementasikan di proyek Jalan Tol Padang – Sicincin berguna untuk mengatasi permasalahan tanah lunak yang banyak dijumpai di lapangan.

“Kami menggunakan FDC guna menurunkan potensi penurunan tanah lunak, sebagai mitigasi likuifaksi pada pasir berlanau yang lepas. Selain itu, penggunaan FDC juga akan meningkatkan stabilitas lereng di lapangan,” terang Selo.

Selo juga menambahkan, perolehan penghargaan ini menjadi motivasi bagi HKI untuk tetap selalu berinovasi dalam membangun jalan dan jembatan.

Baca juga: HKI Pakai Teknologi Canggih Mempercepat Penyelesaian Pembangunan Jalan Tol Padang – Sicincin

“Kami bersyukur atas perolehan penghargaan di Hari Jalan 2022 ini. Semoga ke depannya, HKI senantiasa bisa membangun jalan dan jembatan berkualitas menggunakan teknologi yang tepat dan bermanfaat untuk menyambungkan antardaerah di Indonesia,” kata Selo. [*/pkt]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

No Content Available

Add New Playlist