Tarik Generasi Z, Reno Fernandes Sarankan kepada Penyelenggara Buat Konten Pemilu

Penulis: Redaksi

Painan, PadangKita.com – Untuk menarik Generasi Z atau disebut golongan digital native agar peduli dalam pemilu 2024 disarkan kepada penyelenggara pemilu membuat konten vedeo tantang pemilu.

Akademisi dari Universitas Negeri Padang (UNP) Reno Fernandes mengatakan, generasi Z dinilai sangat tertarik kepada video visual dan cukup digemari oleh kalangan Generasi Z.

Reno menjelaskan, golongan digital native sebanyak 54 persen di Kabupaten Pesisir Selatan, dibanding dengan golongan digital immigrant 33 persen. Hal ini akan berpengaruh kepada pemilih dalam kontestasi politik.

Menurutnya dalam perkembangannya, golongan digital immigrant akan tersingkirkan oleh golongan digital native.

“Digital native adalah semua golongan anak-anak muda, lebih tepatnya yang lahir di era internet sedangkan golongan digital immigrant ini adalah mereka lahir di kala internet belum ada dan sedang berkembang,” ujarnya dalam rangka sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif pemuda dan komunitas di Hotel Saga Murni, Sago, Sabtu (8/12/2023).

Untuk itu, jenis konten dimaksud dipandang perlu dalam rangka menarik minat mereka untuk memilih dalam pemilihan umum (pemilu).

“Hari ini, digital native dari Generasi Z ini mereka lebih kepada audio visual,” ujarnya lagi.

Ia mencontohkan, aplikasi TikTok hingga fitur reels pada Instagram yang kerap digemari kalangan generasi tersebut. Konten-konten dari media sosial dimaksud cukup menarik perhatian para Generasi Z.

Untuk itu, ia menekankan agar konten-konten bermuatan politik supaya dikemas secara audio visual. Konten tersebut tentunya juga harus relevan dan berhubungan dengan tren yang terjadi saat ini.

Ia meyakini, Generasi Z sudah lelah membaca berita teks. Mereka dipandang lebih suka menikmati konten dengan sedikit teks.

“Munkin ini yang harus jadi pertimbangan political area. Gimana isu-isu politik kemudian bisa sinergi dengan tren yang ada dan inilah membangkitkan gairah mereka untuk memilih, tetapi yang paling penting adalah representasinya melalui audio visual,” ujarnya lagi.

“Mengagement dari Instagram itu basednya mungkin likes, impressionnya berpengaruh pada jumlah likes, tapi sekarang jumlah view. Jadi itu kita melihat audio visual sangat berperan bukan hanya teks,” ungkapnya.

Selain itu, Reno juga menyarakan kepada Bawaslu untuk memberikan pendidikan politik kepada kalangan anak sekolah dengan tujuan untuk meningkatkan minat anak muda dalam Pemilu terutama kepada pemilih pemula.

Selanjutnya, Bawaslu hendaknya menjalin kerjasama dengan PGRI, di PGRI itu berlatarbelakang guru, guru bisa menyampaikan kepada anak muridnya agar perduli kepada pemilih 2024 mendatang.

Baca JugaMelaporkan Pelanggaran Pemilu Lebih Mudah Melalui SiGapLapor

“Satu orang guru bisa menyampaikan kepada 100 orang siswa dan sasarannya tentu kepada pemilih pemula dalam pemilu 2024 medatang,” ungkapnya. [amn]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

Add New Playlist