Target Belanja Produk Dalam Negeri 2022 Senilai Rp400 Triliun Harus Tercapai 

Penulis: Isran Bastian

Jakarta, Padangkita.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pemangku kepentingan dapat memenuhi target belanja produk dalam negeri (PDN), yang mencapai kisaran angka Rp400 triliun pada 2022.

Pemangku kepentingan yang dimaksud yakni instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Saya minta belanja PDN harus betul-betul berhasil,” kata Presiden Jokowi ketika memberikan pidato pembukaan Rakornas pengawasan intern pemerintah 2022, Selasa (14/6/2022).

Jokowi menjelaskan, komitmen belanja PDN yang telah diverifikasi oleh instansi pemerintah terkait itu, terdapat sekitar Rp720 triliun. Realisasi dari komitmen tersebut, sudah mencapai 45 persen.

Dari jumlah fantastis itu akan dipergunakan belanja PDN yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

“Mungkin diversifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mencapai Rp720 triliun sudah bagus sekali,” kata Presiden.

Presiden menekan, pentingnya seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi dalam menyukseskan belanja PDN sesuai dengan kewenangannya yang dimiliki.

Bagi, lembaga pengawasan internal, harus mampu memastikan instansi pemerintah pusat dan daerah melakukan belanja produk lokal. Kemudian, bagi pemangku kepentingan lainnya, dapat memenuhi komitmen penggunaan PDN dalam setiap aktivitasnya.

“Realisasi yang penting, bukan hanya komitmen saja,” tutur Presiden.

Produk Lokal Berkualitas

Menurut Presiden, produk lokal sudah memiliki kualitas yang baik untuk dipergunakan dalam berbagai aktivitas. Indikasinya, ada pelaku usaha lokal yang telah berhasil megekspor produknya ke berbagai negara.

Dari sisi kemasan produk, para pelaku usaha lokal sudah melakukannya dengan sangat baik. Sehingga, membuat orang tertarik membeli produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha lokal.

“Saya datang ke Wakatobi, melihat produk UMKM branding-nya bagus dan banyak sekali produknya macem-macemnya,” tutur Presiden.

Dari sisi harga, banyak produk lokal pun dibanderol dengan harga yang lebih murah dibandingkan produk impor. Perbedaan harganya juga terpaut cukup jauh.

“Seperti mesin jahit low speed, harga impor Rp13 juta. Harga dalam negeri Rp12,8 juta. Apa sih bedanya lebih murah jelas, udah tutup mata beli PDN,” kata Jokowi.

Belanja PDN Beri Nilai Tambah

Presiden mengatakan, belanja PDN dapat memberikan nilai tambah kepada negara, khusus pertumbuhan perekonomian bangsa. Yang mayoritas ditopang oleh pelaku UMKM yang berjumlah mencapai puluhan juta orang.

Kesempatan para pelaku UMKM berkembang menjadi lebih besar. Melalui adanya dukungan dari pemerintah yang berkomitmen membeli produk lokal untuk dipergunakan dalam berbagai aktivitas penyelenggaraan negara maupun kegiatan korporasi.

“Tidak perlu memikirkan adanya investor dari luar. Bila produk-produk yang dihasilkan sudah dibeli oleh anggaran APBN atau APBD,” imbuhnya.

Kemudian, dari komitmen tersebut juga akan membuat serangkaian dampak positif kepada sektor lainnya seperti penyerapan tenaga kerja yang masif akan terjadi di berbagai skala usaha dari mulai mikro hingga menengah.

Baca Juga: Bicara di ISPE 2022, Wako Padang: Utamakan Produk Dalam Negeri

“Tidak ada alasan menggunakan produk impor. Gunakan produk dalam negeri, karena dapat menyerap tenaga kerja di Indonesia,” pungkas Presiden. [*/isr]

Terpopuler

Add New Playlist