Sumbar Krisis Pegawai Teknik yang Bersertifikasi

Penulis: Ramono Aryo
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. (Foto: Humas Pemprov)

PadangKita – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengakui krisis pegawai dibidang teknik sipil. Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan Pemprov Sumbar saat ini membutuhkan pegawai teknik sipil lebih dari 100 orang untuk penempatan di Dinas PU Sumbar.

“Kebutuhan tenaga teknik sipil saat ini sangat tinggi, apa lagi dengan ada UU No 2 tahun 2017 tentang teknik kontruksi, yang menekankan pentingnya sertifikasi bagi setiap tenaga kerja jasa kontruksi sebagai upaya meningkatkan kualitas kerja dan daya saing,” kata Wagub, Selasa (11/4/2017) di Padang.

Nasrul Abit menggambarkan saat terjadi gempa 2009, saat Sumbar membutuhkan 1.200 orang tenaga kontruksi yang bersetifikasi namun tidak ada satu pun yang punya saat itu.

“Oleh karena itu kita berharap perhatian pemerintah pusat untuk ikut memperhatikan penerimaan aparatur spesialisasi ahli teknik kontruksi dalam mendukung pekerjaan ke PU di pusat dan di daerah,” katanya seperti dikutip dari humas Pemprov Sumbar.

Sementara itu, Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan Direktorat Jenderal Bina Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dudi Suryo Bintoro menyampaikan, pertumbuhan rata-rata nilai kontruksi di Indonesia sebesar 21 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tenaga kerja kontruksi yang hanya mencapai 6 persen.

Sementara itu, tenaga kerja kontruksi yang bersertifikat masih jauh dibawah dengan angka sekitar 10 persen. Untuk itu perlu adanya pola kerjasama antara pemerintah dan stakeholder terkait, serta pemberdayaan tenaga kerja konstruksi yang perlu ditingkatkan dalam rangka meningkatkan persentase pertumbuhan rata-rata tenaga kerja.

“Jadi ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencetak tenaga ahli dan terampil agar siap memenuhi target pembangunan insfrastruktur yang telah dicanangkan,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini Direktorat Kerjasama dan Pemberdayaan telah menjalin kerjasama dengan 19 politeknik negeri yang tersebar diseluruh Indonesia dalam melaksanakan link and match dunia pendidikan dan kebutuhan industri kontruksi.

Terpopuler

Add New Playlist