Sri Devita 9 Tahun Lumpuh Usai Diimunisasi Terima Bantuan Kursi Roda

Penulis: Ahmad Romi

Berita Pasaman Barat hari ini dan berita Sumbar hari ini: Tim KKPB menyerahkan bantuan kursi roda baru untuk Sri Devita, 18 tahun.

Simpang Empat, Padangkita.com – Tim KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat (KKPB) menyerahkan bantuan kursi roda baru untuk Sri Devita, 18 tahun, yang mengalami kelumpuhan setelah diimunisasi sembilan tahun lalu.
Sri Devita yang waktu diimunisasi masih siswa Sekolah Dasar (SD), kelas III hingga kini juga kesulitan untuk berbicara.

Ketua KKPB Decky H Saputra mengatakan bantuan yang diberikan ini bertujuan untuk sedikit meringankan beban keluarga Sri Devita. Selama ini, Sri Devita kesulitan ketika akan ke kamar mandi karena tidak mampu untuk berjalan.

“Alhamdulillah, hari ini baru kita sempat mengantarkan kursi roda baru untuk Sri Devita yang tinggal di Plasma Tiga, Jorong Bukit Nilam, Kecamatan Pasaman,” kata Decky di Simpang Empat, Sabtu (24/4/2021).

Ia menyampaikan, KKPB sendiri turut merasakan apa yang dialami oleh keluarga Sri. Makanya melalui bantuan kursi roda ini, KKPB ingin sedikit mengukir senyum di wajah gadis remaja tersebut.

“Saat kita serahkan kursi roda itu kepada Sri, terlihat wajahnya berbinar-binar ketika menaikinya. Kemudian dengan terbata-bata, terus berusaha mengucapkan terima kasih atas bantuan yang kita berikan ini,” jelasnya.

Decky mengakui hal ini dapat terwujud berkat bantuan yang disalurkan para dermawan dan para muhsinin serta orang-orang baik yang peduli terhadap warga duafa.

“Ini merupakan kursi roda kelima yang kita salurkan selama bulan Ramadan ini. Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa memberikan motivasi bagi keluarga untuk merawat buah hatinya dengan penuh kesabaran,” papar Decky yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasbar.

Maslidar, 49 tahun, ibu dari Sri Devita menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim KKPB atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku, dengan bantuan ini, sedikit meringankan beban ketika akan memandu anaknya ke kamar mandi dan berjemur di luar rumah.

“Semoga apa yang diberikan kepada kami ini menjadi ladang amal dan diberikan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT, dan semoga para dermawan dan relawan diberikan kesehatan dan dimudahkan rezekinya oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Ia menambahkan, segala upaya pengobatan untuk Sri ini sudah dilakukan oleh pihak keluarga sehingga akhirnya mereka kehabisan dana. Sedangkan untuk saat ini, mereka juga tinggal di sebuah rumah kontrakan yang dibayar setiap bulan sebesar Rp200 ribu.

Baca juga: Didukung KolaborAksi Kemanusiaan, Bantuan Mengalir ke Pondok Tahfiz Quran Al-Ikhlas Silambau Pasbar

“Kami memang sudah tidak punya dana lagi untuk pengobatan Sri. Untuk kebutuhan sehari-hari kami dibantu kakaknya Sri yang tinggal di Padang Panjang. Kalau tidak ada, entahlah bagaimana nasib kami,” ulasnya dengan mata berkaca-kaca. [pkt]


Baca berita Pasaman Barat hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler