Sosialisasi Pencegahan Paham Radikalisme Digelar di Padang, Upaya Menjaga Kedamaian Kota

Sosialisasi Pencegahan Paham Radikalisme Digelar di Padang, Upaya Menjaga Kedamaian Kota

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang, Edi Hasymi saat membuka kegiatan Sosialisasi Pencegahan Paham Radikalisme Tahun 2024. [Foto: IST]

Padang, Padangkita.com - Dalam rangka menjaga keutuhan dan keamanan Kota Padang, Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengadakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Paham Radikalisme Tahun 2024, yang berlangsung dari tanggal 9 hingga 11 Juli 2024.

Pj. Wali Kota Padang, Andree Algamar, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang, Edi Hasymi, membuka acara tersebut dengan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman yang menjadi modal utama Kota Padang.

"Di tengah euforia demokrasi ini, kita juga tidak bisa mengabaikan ancaman paham radikalisme yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan persatuan kita," ujar Edi Hasymi.

"Oleh karena itu, acara sosialisasi hari ini sangatlah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran bersama akan bahaya radikalisme, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam mencegah penyebarannya," sambungnya.

Radikalisme, yang didefinisikan sebagai pemahaman atau perilaku menggunakan kekerasan dalam menyikapi perbedaan, memecahkan masalah, atau mencapai tujuan, merupakan tantangan serius bagi masyarakat.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap munculnya organisasi atau paham radikal yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

"Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, diharapkan dapat meminimalisir penyebaran paham radikal dan menjaga Kota Padang tetap kondusif," jelas Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Padang, Agus Suherman.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman tentang bahaya radikalisme, cara-cara untuk mencegahnya, serta peran masyarakat dalam menjaga keutuhan dan keamanan bangsa.

Pemerintah Kota (Pemko) Padang sangat membutuhkan bantuan dan kerjasama ORMAS, RT/RW, dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan radikalisme.

Saat ini, sebanyak 13 orang ex-narapidana terorisme (Napiter) di Kota Padang masih mendapatkan pembinaan dan pengawasan dari Badan Kesbangpol Kota Padang.

Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan Center 112 (bebas pulsa) untuk melaporkan langsung kejadian atau informasi yang urgent. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat membantu dalam pencegahan dan penanganan aksi radikalisme.

Baca Juga: Ini Upaya Polda Sumbar untuk Cegah Paham Radikalisme Masuk di Tengah Masyarakat

"Mari kita jaga bersama-sama nilai persatuan, kesatuan, dan kebhinekaan sebagai modal utama dalam menjaga kedamaian dan keamanan di Kota Padang," pungkas Agus Suherman. [hdp]

Baca Juga

Padang Jadi Percontohan Urban-Act Indonesia: Sinergi Kebijakan Iklim dan Kolaborasi Aksi
Padang Jadi Percontohan Urban-Act Indonesia: Sinergi Kebijakan Iklim dan Kolaborasi Aksi
55 Atlet Disabilitas SOIna Padang Siap Berlaga di PeSODa Sumbar 2024
55 Atlet Disabilitas SOIna Padang Siap Berlaga di PeSODa Sumbar 2024
Gowes Adventure Semarakkan HUT Kota Padang ke-355
Gowes Adventure Semarakkan HUT Kota Padang ke-355
Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Semarak di SDIT Adzkia Padang
Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Semarak di SDIT Adzkia Padang
Padang Kembali Juarai Lomba Gerakan PKK Tingkat Sumbar
Padang Kembali Juarai Lomba Gerakan PKK Tingkat Sumbar
Padang Gencar Perangi Stunting, 1.569 Anak Terdeteksi dan Diupayakan Penanganannya
Padang Gencar Perangi Stunting, 1.569 Anak Terdeteksi dan Diupayakan Penanganannya