Solar Langka di Pasbar, Antrean Truk dan Bus di SPBU Sampai 1 Kilometer

Penulis: Ahmad Romi

Berita Pasbar Hari Ini dan berita Sumbar Hari Ini: Solar Langka di Pasbar, Antrean Truk dan Bus di SPBU Sampai 1 Kilometer.

Simpang Empat, Padangkita.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar atau biosolar di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), juga terjadi sejak seminggu belakangan. Akibatnya, mobil yang dominasi truk mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang mengakibatkan kemacetan.

Seperti halnya di SPBU Nomor 14.263.542 yang berlokasi di Jalan Lintas Batang Toman, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman. Setidaknya, sudah tiga hari ini antrean mengular hingga sepanjang satu kilometer.

Pantauan Padangkita.com di lokasi SPBU, terlihat puluhan mobil truk dan bus menunggu antrean untuk mengisi solar. Namun, petugas juga terlihat mengisi jeriken sehingga antrean menjadi lebih lama.

Pengawas SPBU 14.263.542, Suardi ketika dikonfirmasi Padangkita.com mengatakan antrean ini terjadi akibat berkurangnya pasokan BBM solar dari Pertamina. Di mana dalam 15 hari ini, kata dia, pasokan berkurang 16 ton.

“Dalam 15 hari ini pasokan solar berkurang satu tangki yaitu sebanyak 16 ton,” ujarnya, Jumat (18/6/2021) pagi.

Soal petugas SPBU yang juga mengisi beberapa jeriken, kata Suardi, untuk heler atau penggilingan padi yang dibatasi hanya satu jeriken untuk satu heler.

“Kalau dua jeriken itu berarti dua heler. Ada juga untuk nelayan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan yang akan digunakan untuk mencari ikan di laut. Kalau tidak kami kasih, sementara orang itu ada izinnya. Jadi itulah yang kami layani,” ujar Suardi.

Ia memastikan nelayan yang membeli solar punya surat resmi dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasaman Barat, Arial Efendi kepada Padangkita.com mengatakan pihaknya memang memberikan rekomendasi kepada nelayan untuk membeli BBM solar ke SPBU. Hal itu, menurutnya dia, melalui pengkajian dan perhitungan terlebih dahulu.

“Setiap nelayan yang mengajukan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan kita lakukan perhitungan terlebih dahulu, jadi tidak serta merta kita berikan rekomendasi. Termasuk jenis mesin yang digunakan, di mana yang berhak menerima BBM subsidi ini hanya nelayan dengan mesin di bawah 30 gross tonnage (GT),” jelasnya.

Senada dengan itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pasbar, Darnil juga mengatakan beberapa kali membeli solar ke SPBU untuk mencukupi kebutuhan nelayan, Sebab, kata dia, kebutuhan nelayan tidak terpenuhi oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Baca juga: Ini Alasan Pertamina hanya Jual Solar Malam Hari Saja

Kepala Unit (Kanit) Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Polres Pasbar, Ipda Heddy Permana Putra mengimbau pengendara yang melintas untuk berhati-hati karena ada kemacetan. Untuk mengurai kemacetak, jalur lalu lintas pun terpaksa diberlakukan buka tutup.

“Kami mengimbau kepada para pengendara untuk mengikuti antrean dengan tertib dan berhati-hati ketika melintas. Kepada pengelola SPBU kami sarankan untuk melakukan penyaluran BBM solar ini pada malam hari agar kemacetan tidak terjadi sehingga masyarakat tidak terganggu dalam melakukan aktivitasnya,” imbaunya. (rom/pkt)


Baca berita Pasbar hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler