Sindiran Keras Wako Genius Umar untuk ASN Pemko Pariaman dalam Upaya Membangun Daerah

Penulis: Redaksi

Pariaman, Padangkita.com – Wali Kota (Wako) Pariaman, Genius Umar memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Balaikota Pariaman, Senin (29/11/2021).

Dalam apel gabungan tersebut, Genius Umar menegaskan, bahwa kesadaran dan tanggungjawab para ASN ataupun non ASN di Pemko Pariaman untuk mebangun daerah harus ada.

“Saya menekankan, kesadaran dan tanggung jawab dari setiap ASN Pemko Pariaman, mulai dari Kepala OPD, Eselon III, Eselon IV sampai staf, baik ASN maupun non ASN, karena dengan rasa memiliki tanggung jawab dalam membangun daerah, dengan keterbatasan anggaran yang kita punya, kita tetap dapat membangun Kota Pariaman ini,” ujar Genous Umar.

Genius juga mengungkapkan, bahwa hal itu telah dibuktikan dengan kesadaran dan keinginan masyarakat yang tinggi, di mana ia bersama asisten dan beberapa Kepala OPD, hadir terus ke lapangan untuk membangun daerah.

“Seperti pembangunan jalan lingkar selatan, yang mencapai 7 kilometer dengan nol gudgeter, ditambah yang terbaru jalan lingkar utara sepanjang 1,2 kilometer juga dengan nol budgeter, semua adalah swadaya masyarakat yang menyerahkan tanahnya untuk dijadikan jalan,” tegas Genius Umar.

Karena itu, lanjut Genius, sebagai ASN, itu harus tahu dan memaknai hal tersebut, jika masyarakat saja mau untuk menghibahkan tanahnya untuk pembangunan, bagaimana dengan ASN? juga harus memiliki tanggung jawab untuk membangun Kota Pariaman dengan apa yang bisa dilakukan.

“Contoh kecil saja, itu bisa dengan disiplin untuk apel pagi dan bekerja dengan giat serta inovatif, sehingga berdampak baik bagi kinerja di masing-masing OPD,” ulasnya.

Bahkan, sebut Genius, Ketika Pemko dituntut pusat untuk mengurangi anggaran, bahkan ia tak ingin memotong Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP) ASN.

Baca juga: Wako Genius Umar Apresiasi Pengurus Baru PBSI Kota Pariaman

“Ketika situasi seperti itu, kami tak potong TPP ASN kan? Karena kami menyadari, banyak ASN Pemko Pariaman yang tergantung dari TPP ini, karena sebagian gaji mereka sudah dipotong oleh Bank,” katanya. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist