Sindiran Ernie Djohan ke Gubernur Mahyeldi Soal Teluk Bayur

Penulis: Irfan Denas

Padang, Padangkita.com – Penyanyi legendaris Indonesia Ernie Djohan tampil membawakan dua lagu dalam konser Tribute to Elly Kasim yang digelar oleh Yayasan Sumbar Talenta di Hotel Kryad Bumi Minang, Sabtu (2/10/2021).

Ia membawakan lagu Elly Kasim berjudul “Mudiak Arau” dan lagu “Teluk Bayur”. Selain Ernie, konser Tribute to Elly Kasim turut dimeriahkan oleh penyanyi An Roys.

Di antara tamu yang hadir, tampak Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, dan kerabat Elly Kasim.

Sebelum menyanyikan “Teluk Bayur”, Ernie menceritakan pengalamannya saat membawakan lagu tersebut di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Pada suatu kali kunjungan ke Kuala Lumpur, ada seorang penggemar fanatik yang memprotes saya,” ujar Ernie.

Pasalnya, kata Ernie, orang tersebut menganggap Pelabuhan Teluk Bayur tidak seindah lagu yang ia nyanyikan.

“Kami sudah tengok pelabuhan Teluk Bayur, tapi tak seindah nyanyinya dan tak ramai orang,” tutur Ernie menirukan protes penggemar.

Mendengar cerita Ernie tersebut, Gubernur Sumbar Mahyeldi tampak tersenyum.

Lagu “Teluk Bayur” yang melambungkan nama Ernie Djohan sangat dikenang sepanjang era 1960 hingga 1980-an.

Teluk Bayur merupakan pelabuhan terbesar di Pantai Barat Sumatra. Pelabuhan itu dulu menyimpan banyak kenangan orang Minang, karena di sinilah dulu orang Minang pulang dan pergi merantau.

Namun, saat Erni Djohan mempopulerkan lagu Teluk Bayur pada era 1970-an, perlahan peran pelabuhan itu menurun.

Seiring semakin lancarnya transportasi darat dengan kehadiran Jalan Lintas Sumatra pada 1977, jumlah kapal yang merapat di Teluk Bayur terus berkurang. Dari tahun ke tahun, lalu lintas penumpang menunjukkan penurunan. Begitu pula angkutan barang.

Gagasan Museum Elly Kasim

Sementara itu, pendiri Sumbar Talenta Sastri Bakry mengatakan konser Tribute to Elly Kasim digelar untuk mengenang perjuangan dan sepak terjang Elly Kasim.

“Jejak Elly Kasim takkan pernah terlupakan dan menorehkan sejarah yang belum ada tandingannya,” ujarnya.

Sastri mengungkapkan, pihaknya memiliki keinginan untuk mendirikan museum yang didedikasikan kepada Elly Kasim.

“Gagasan konser ini barangkali baru awal. Yan lebih besar kami ingin membangun Museum Elly Kasim,” tutur Sastri.

Meseum itu, kata Sastri, bisa dimulai dengan mengumpulkan semua rekaman Elly Kasim

Baca juga: Dari Ellimar Menjadi Elly Kasim

“Kita coba virtual, kalau bisa nantinya terwujud konvensional,” jelasnya. [den/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist