Siapa Calon yang Unggul di Debat Pilgub Sumbar? Ini Kata Pengamat

Padang, Padangkita.com – Pengamat Politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi, memberikan komentar soal penyelenggaraan debat kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatra Barat (Sumbar). Menurutnya, pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumbar saat pemaparan visi dan misi dalam debat kedua, Kamis (3/12/2020) kemarin, masih terjebak dengan mencari kesalahan pasangan calon lain.

“Saat pasangan calon menggali visi dan misi, tidak jarang mereka malah terjebak dengan latar belakang dan kesalahan pasangan calon lain sehingga muncul kasus-kasus yang sebenarnya itu tidak terlalu relevan dan hanya untuk mendiskresditkan. Sebenarnya itu tidak perlu diungkap karena sudah ada penanganan dari pihak terkait. Hal itu tentu agak mengkhawatirkan,” ujarnya saat dihubungi Padangkita.com, Jumat (4/12/2020).

Meski demikian, dia menuturkan para pasangan calon sudah berupaya untuk memberikan solusi atau perspektif dalam mengatasi suatu permasalahan. Hal ini dikarenakan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumbar umumnya merupakan politisi, kepala daerah, atau mantan kepala daerah yang menjabat di suatu kabupaten/kota.

“Sehingga mereka bisa memotretkan itu dan membayangkan pekerjaan apa yang akan dilakukan di provinsi. Nah, walaupun begitu, ada upaya untuk menyelaraskan dengan konsep yang mereka miliki karena pengamat di kabupaten/kota sebetulnya tidak cukup. Sebab Sumbar ini terlalu luas untuk dipotret satu daerah saja. Jadi, harus dipotret dengan dalam kerangka pemerintah provinsi,” jelasnya.

Asrinaldi menambahkan empat pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumbar memiliki keunggulan dan kelemahan saat debat kedua kemarin. Dia mencontohkan, pasangan calon Mulyadi-Ali Mukhni menggunakan kaca mata pemerintah pusat sehingga bisa memotret apa yang dilakukan oleh pemerintah provinsi. Walaupun dalam hal-hal tertentu ada yang perlu diimprovisasi karena Sumbar bukan miniatur Indonesia.

Kemudian, pasangan calon nomor urut 2, Nasrul Abit-Indra Catri memiliki kelebihan dari segi pengalaman pemerintahan. Meski demikian, pasangan itu tidak memiliki konsep apa yang harus dikembangkan untuk Sumbar. Misalnya, terkait konsep unggul dari program prioritas pasangan itu perlu dijelaskan lebih praktis lagi agar mudah dipahami masyarakat.

Selanjutnya, pasangan nomor urut 3, Fakhrizal-Genius Umar, kelebihannya Genius memiliki latar belakang akademisi berpengaruh terhadap cara pandang untuk mem-backup Fakhrizal yang lebih dominan dalam persoalan keamanan. Cuma karena pengalaman Genius di pemerintahan agak terbatas, jawaban yang dikembangkan untuk persoalan Sumbar perlu diimprovisasi lagi agar bisa memotret Sumbar dengan kaca mata pemerintah provinsi.

Terakhir, pasangan nomor urut 4, Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy. Mahyeldi tetap bicara soal pengalamannya selama menjabat di Kota Padang, walaupun sebenarnya di Padang sendiri banyak persoalan yang belum tuntas. Hanya saja karena gagasannya tentang Sumbar ditambah back-up pertanian dan pemberdayaan UMKM dari Audy, itu juga menarik.

“Tidak ada yang betul-betul menguasai. Jadi, masing-masing punya isu menarik tapi kurang elaborasi karena keterbatasan waktu,” terangnya.

Lebih lanjut, Asrinaldi menyampaikan, karena masa kampanye tinggal sehari dua hari lagi, pasangan calon harus bisa menekankan kepada publik apa program unggulan mereka di lima tahun jabatan dengan ditekankan ke dalam lima sampai 10 program.

Baca juga: Ini Program 100 Hari Empat Paslon Jika Menang di Pilgub Sumbar

“Itu di-share ke media sosial sehingga masyarakat bisa melihat perbandingan program dan kemungkinan program ini bisa dijalankan jika terpilih jadi gubernur. Bisa digunakan media sosial atau situs web,” terangnya. [pkt]


Baca berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist