Setjen DPR RI terus Reformasi Diri Tingkatkan SDM Dukung Parlemen Modern  

Setjen DPR RI terus Reformasi Diri Tingkatkan SDM Dukung Parlemen Modern  

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar. [Foto: Dok. DPR RI]

Jakarta, Padangkita.com - Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI menjelang ulang tahun ke-78 DPR RI, bekerja sama dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen mengadakan kegiatan Dialektika Demokrasi dengan tema ‘DPR Mengawal Demokrasi Menuju Indonesia Maju’.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon, Anggota DPR RI Jazilul Fawaid, Wakil Ketua DPR RI 2014-2019 Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar, dan Direktur Indonesian Parliamentary Center (IPC) Ahmad Hanafi.

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menyatakan DPR RI telah melakukan kerja-kerja produktif dalam menjalankan fungsi pengawasan, anggaran dan legislasi, termasuk masa pandemi Covid-19. Setjen DPR RI sebagai sistem pendukung pun terus membantu dan mempersiapkan sejumlah alat kelengkapan dewan dalam melakukan fungsi-fungsinya.

“Tarikan nafas kami tentu harus sesuai dengan apa yang akan dilakukan oleh dewan. Dewan bekerja pada bagian depan, kami ada di belakang, di dapur untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan dilakukan. Dan, tentu bekerja di backstage itu bukan hanya kami terus-menerus dalam pusaran rutinitas. Kami juga terus mereformasi diri, kami melakukan reformasi birokrasi, kami jalankan terus untuk memperbaiki dari hulu ke hilir,” ungkap Indra.

Salah satu bagian dari Setjen DPR RI yakni Badan Keahlian mengambil peranan dalam membantu mempersiapkan berbagai pemikiran-pemikiran di dewan, baik untuk bidang keahlian riset-nya maupun yang lebih strategis yaitu naskah akademis.

Dalam proses menyusun naskah akademis tersebut, Badan Keahlian DPR RI melibatkan kampus-kampus, tokoh-tokoh praktisi dan LSM serta melakukan impact assessment secara reguler untuk mengukur dampak undang-undang yang dihasilkan seperti apa pada publik. Pelibatan masyarakat ini disebut 'meaningful public participation'.

Selama kurun waktu tahun 2019-2023 DPR RI telah menghasilkan 70 undang-undang. Seperti pada bidang ekonomi, yaitu Undang-Undang No. 2 tahun 2020 tentang Perpu No. 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19.

Kemudian, Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023 yaitu tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau P2SK, ketiga Undang-Undang Nomor 6 tentang penetapan Perpu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

“Lalu di bidang politik yaitu Undang-Undang nomor 2 tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, dan ketiga, yaitu 4 paket Undang-Undang tentang Pembentukan Daerah Otonomi Baru di Papua. Semua undang-undang yang telah dihasilkan dipersiapkan dan dilaksanakan dengan semangat memperjuangkan dan mewujudkan aspirasi rakyat,” urainya.

Selain itu, Setjen DPR RI juga mempersiapkan berbagai sarana prasarana hybrid berkaitan dengan ide 'meaningful public participation' dengan menyiapkan berbagai platform media yang dapat diakses oleh publik.

Publik dapat mengakses berbagai pembahasan-pembahasan yang dilakukan oleh dewan melalui TV Parlemen, melalui streaming YouTube, maupun media sosial seperti Instagram, Twitter, TikTok dan website DPR RI.

Kemudian, Setjen DPR RI RI juga membuka keterlibatan anak muda melalui program ‘Parlemen Remaja’ dan ‘Magang di Rumah Rakyat’ melalui program Kampus Merdeka. Melalui program tersebut, peserta dapat mengikuti persidangan-persidangan yang dilakukan oleh DPR RI dan melihat sendiri bagaimana suatu proses politik itu dilakukan.

“Ini adalah bagian mandatori kami, perhatian kami untuk membangun kawasan parlemen ini sebagian dari tempat belajar generasi muda ke depan. Sehingga di sini, di parlemen ini harus banyak sesuatu yang digali untuk kepentingan-kepentingan orang muda,” tuturnya.

DPR RI juga memiliki peran yang tidak kalah strategis yakni melakukan fungsi diplomasi. Meskipun fungsi ini tidak terlalu populer di masyarakat, tapi DPR sangat masif melakukan proses diplomasi melalui berbagai pertemuan-pertemuan bilateral regional dan internasional dengan parlemen-parlemen kawasan serta sangat eksis.

Terakhir, DPR RI menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang Umum ke-44 ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) yang dilaksanakan pada tanggal 5-11 Agustus 2023.

Baca juga: Kabiro Pemberitaan Setjen DPR RI Serahkan Penghargaan MH Thamrin Award 2023

“Kegiatan AIPA dilakukan sangat produktif dan diakui oleh banyak negara ASEAN termasuk 20 negara peninjau bahwa DPR melakukan satu fungsi diplomasi internasional secara baik dan semua negara ternyata senang membahas berbagai isu-isu internasional tentang HAM, tentang diskriminasi, tentang perempuan, tentang politik kaum muda, itu sangat baik dengan produktif,” ungkap Indra. [*/pkt]

Temukan berita Nasional terbaru hari ini dan terkini seputar peristiwa, politik, hukum, kriminal, ekonomi, budaya, sejarah, dan lifestyle, hanya di Padangkita.com.  

Iklan

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Padangkita.com tidak terlibat dalam pembuatan konten ini.

Baca Juga

KBRI Jadi Garda Terdepan Tarik Investasi dari Jepang ke Indonesia
KBRI Jadi Garda Terdepan Tarik Investasi dari Jepang ke Indonesia
Tekan Konflik Sosial, Sertifikasi Tanah Ulayat Perlu Terapkan Pendekatan Konsensual
Tekan Konflik Sosial, Sertifikasi Tanah Ulayat Perlu Terapkan Pendekatan Konsensual
‘Bullying’ Libatkan Anak Mengkhawatirkan, Puan Minta Pemerintah Petakan Faktor Penyebab
‘Bullying’ Libatkan Anak Mengkhawatirkan, Puan Minta Pemerintah Petakan Faktor Penyebab
Ono Surono Tinjau Dampak Kekeringan Akibat El Nino di Kabupaten Kudus
Ono Surono Tinjau Dampak Kekeringan Akibat El Nino di Kabupaten Kudus
Mulyanto Tolak Wacana Penghapusan BPH Migas, Ini Alasannya
Mulyanto Tolak Wacana Penghapusan BPH Migas, Ini Alasannya
Setjen DPR Berikan Perhatian Terhadap Pensiunan melalui P3S
Setjen DPR Berikan Perhatian Terhadap Pensiunan melalui P3S