Seorang Dokter Positif Covid-19 Meninggal Dunia di RSAM Bukittinggi

Penulis: Agg

Berita Bukittinggi terbaru, berita Sumbar terbaru dan berita Virus Corona (Covid-19) terbaru: Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi kembali bertambah.

Bukittinggi, Padangkita.com – Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi kembali bertambah. Dalam dua hari terakhir, dua pasien dilaporkan menghembuskan nafas terakhir di ruang isolasi rumah sakit itu.

Kabar duka itu disampaikan Humas RSAM, Murshalman Chaniago. Terbaru, dua pasien meninggal yakni, pasien laki-laki berusia 80 tahun, warga yang terdata beralamat di Rawa Barat Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan pasien laki-laki berusia 54 tahun, beralamat di Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

“Pasien yang tercatat ber KTP di Jakarta Selatan itu berprofesi dokter, meninggal pada Jumat (15/1/2021), pukul 18.30 WIB. Sedangkan Sabtu (16/1/2021) malam kita berduka lagi, menerima kabar bahwa pasien dari Tilatang Kamang juga meninggal, pukul 22.55 WIB,” kata Murshalman, Minggu malam (17/1/2021).

Dijelaskannya, almarhum sempat menjalani perawatan selama satu minggu di ruang isolasi Ambun Suri, RSAM. Almarhum merupakan pasien rujukan dari rumah sakit lain di Bukittinggi dan telah didiagnosa positif Covid-19 sebelum pindah ke RSAM. Jenazah dikebumikan di Padang Luar Agam yang merupakan kampung halamannya.

Sementara, almarhum warga Tilatang Kamang meninggal setelah baru beberapa jam dirawat. Almarhum diketahui positif berdasarkan hasil rapid antigen dan pihak rumah sakit masih menunggu hasil swabnya. Jenazah almarhum dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Padang Pariaman.

RSAM sendiri, sebut Murshalman, pada bulan ini genap 10 bulan ruang isolasi rawatan Covid-19 RSAM menerima dan melayani pasien Covid-19. Di mana pada 17 Maret 2020 kali perdana menerima pasien. Kondisi ini pun kian mempertegas bahwa ancaman virus Corona itu nyata dan belum berakhir.

“Kedua jenazah diselenggarakan dengan mengacu pada protokol Covid-19 yang telah ditentukan dalam menangani pasien Covid-19. Diselenggarakan dari ruang instalasi forensik oleh tim pemulasaran jenazah rumah sakit langsung diantar dengan ambulans di bawah pengawalan kepolisian ke pemakaman. Di pemakaman sudah ditunggu oleh aparat setempat termasuk pihak Puskesmas dan masyarakat lainnya,” sebutnya.

Dengan tambahan dua pasien ini, kata Murshalman yang karib disapa Pak Cha itu, total sudah 35 pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam masa perawatan di ruang isolasi RSAM. Sementara untuk penyelenggaraan jenazah pasien Covid-19, pihak RSAM sendiri sudah membantu menyelenggarakan 45 jenazah pasien meninggal.

“Ada 10 pasien tambahan dari rumah sakit lain yang bekerja sama dengan RSAM menyelenggarakan jenazah pasien Covid-19 sesuai protokol. Tiga pasien dari RS Yarsi Bukittinggi dan tujuh pasien dari RSSN,” paparnya.

Terkini, masih tersisa 21 pasien yang menjalani perawatan di ruang isolasi Covid-19 RSAM dengan rincian 20 pasien positif dan seorang pasien rapid antigen positif.

Baca juga: Seorang PDP Asal Agam Meninggal Dunia di RSAM Bukittinggi

“Diingatkan kembali, Kita semua harus tetap selalu waspada. Masyarakat agar dapat menerapkan betul protokol kesehatan,” ajak Pak Cha. [pkt]


Baca berita Bukittinggi terbaru, berita Sumbar terbaru dan berita Virus Corona (Covid-19) terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist