Seluruh Pegawai BNNK Pasbar Tes ‘Swab’, Dinas Luar Sementara Dilarang

Penulis: Ahmad Romi

Berita Pasaman Barat terbaru dan berita Sumbar terbaru: Semua pegawai BNNK Pasbar menjalani tes swab, selain itu dinas juga dilarang untuk sementara waktu

Simpang Empat, Padangkita.com – Semua pegawai Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasaman Barat (Pasbar) menjalani tes swab. Pegawai BNNK yang berjumlah 29 orang mengikuti tes swab di Dinas Kesehatan Pasbar, Kamis (3/9/2020).

Kepala BNNK Pasbar, Irwan Effenry AM mengatakan tes swab ini merupakan salah satu langkah pencegahan penyebaran Covid-19 dan menekan jumlah kasus positif yang ada saat ini.

“Kita terus melakukan pengawasan melekat terhadap pegawai, agar tidak melakukan pelanggaran terhadap imbauan pemerintah,” katanya di Simpang Empat, Jumat (4/9/2020) pagi.

Selain tes swab, BNNK Pasbar juga melarang personel untuk keluar wilayah Pasbar dan tidak melakukan perjalanan dinas luar, kecuali yang benar-benar bersifat sangat penting.

“Untuk aktivitas di kantor, kita selalu memakai masker, melakukan pengecekan suhu tubuh saat memasuki kantor, mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan pakai sabun serta menjaga jarak,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Pasbar Bertambah Lagi 7 Orang, Semuanya Tenaga Kesehatan

Irwan menambahkan, mulai hari ini, Jumat (4/9/2020) pihaknya kembali menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi sebagian pegawainya dengan sistem bergantian.

“Kita lakukan WFH kembali untuk mengurangi jumlah kita di kantor sebagai salah satu langkah meminimalisir terjadinya kontak fisik di masa pandemi ini,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan kepada pegawainya yang merasa kurang sehat untuk karantina mandiri di rumah masing-masing dan disarankan untuk berolahraga.

Diakuinya, pada tahun anggaran 2020 ini pihaknya sedikit kesulitan untuk melaksanakan seluruh program yang telah disusun, apalagi kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak seperti sosialisasi.

“Ada beberapa kegiatan yang terpaksa kita tunda pelaksanaannya seperti sosialisasi program P4GN. Namun ada juga beberapa yang tetap kita lakukan dengan tetap memperhatikan standar protokol Covid-19,” ungkap Irwan.

Namun untuk kegiatan rehabilitasi dan pemberantasan narkoba, ditegaskan Irwan tetap berjalan.

“Tahun ini kita Alhamdulillah telah berhasil mengungkap tiga kasus. Itu sudah lebih dari target, karena target kita sesuai DIPA anggaran hanya dua kasus untuk 1 tahun,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya Pasbar untuk tetap menyatakan perang terhadap narkoba dan jangan malu untuk melakukan rehabilitasi pemulihan di Klinik Pratama BNNK Pasbar tanpa dipungut biaya.

“Rehabilitasi itu gratis. Silakan datangi petugas kami, jangan malu karena kalau dibiarkan nantinya akan berdampak terhadap kehancuran masa depan kita sendiri,” pungkasnya. [rom/pkt]


Baca berita Pasaman Barat terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com