Padang, Padangkita.com – Salah satu yang paling terdampak akibat bencana di Sumatera akhir tahun lalu adalah infrastruktur jalan dan jembatan. Hingga kini upaya pemulihan berupa pengerjaan perbaikan masih berlangsung.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan, terus mempercepat pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan terdampak bencana di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Ini untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga serta distribusi logistik dan mobilitas ekonomi berjalan lancar.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat peran strategis jalan dan jembatan sebagai penggerak utama aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Menteri Dody dikutip Rabu (25/2/2026).
Disebutkan, berdasarkan laporan per 22 Februari 2026, penanganan jalan dan jembatan nasional di tiga provinsi terdampak menunjukkan progres signifikan. Seluruh atau 99 ruas jalan nasional telah kembali fungsional melalui penanganan darurat dan rekayasa lalu lintas pada titik-titik kritis.
Di Sumatera Barat (Sumbar), seluruh atau 31 ruas jalan nasional telah fungsional. Penanganan permanen tengah disiapkan di kawasan Lembah Anai sepanjang sekitar 850 meter melalui pemasangan bore pile, dinding penahan tanah, serta perkuatan lereng, dengan target penyelesaian semuanya pada 31 Juli 2026.
Sementara itu, untuk jalan daerah, 149 dari 177 titik kerusakan telah fungsional dan sisanya dalam tahap penanganan.
Di Provinsi Aceh, 38 ruas jalan nasional telah fungsional, dengan dua ruas masih memanfaatkan jalur alternatif akibat kerusakan jembatan. Dari 1.637 ruas jalan daerah terdampak, 1.194 ruas telah fungsional, 327 ruas fungsional terbatas, dan 116 ruas dalam proses penanganan lanjutan.
Pada sektor jembatan, 17 jembatan nasional telah kembali berfungsi melalui berbagai penanganan darurat seperti pemasangan Bailey, penimbunan oprit, box culvert, serta pemanfaatan jalur alternatif.
Kemudian, di Sumatera Utara (Sumut), 29 dari 30 ruas jalan nasional telah fungsional dan 1 ruas berstatus fungsional terbatas. Koridor Sibolga-Batangtoru kembali tersambung melalui pemasangan jembatan Bailey dengan sistem buka-tutup demi keselamatan pengguna jalan.
Dari 616 ruas jalan daerah terdampak, 607 ruas telah fungsional dan 9 ruas masih dalam proses penanganan.
Baca juga: Penuh Tantangan Pulihkan Jalan di Lembah Anai, HKI Berkomitmen Target Rampung Akhir Juli
Disebutkan, Kementerian PU memastikan bahwa selain penanganan darurat, langkah penanganan permanen terus disiapkan guna meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap bencana di masa mendatang.
Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dilakukan secara berkelanjutan untuk mempercepat penyelesaian titik-titik kritis serta mendukung pemulihan ekonomi masyarakat. [*/pkt]











