Selesaikan Jalur Bypass, Pemko Padang Diguyur Rp17 Miliar

Penulis:
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk melanjutkan pembangunan jalur dua By Pass yang sempat terhenti, Kamis (09/11/2017) (Foto: Aidil Sikumbang)

Padangkita.com – Pemerintah Kota Padang kembali mengawal pelaksanaan pembangunan jalan Padang Bypass yang vakum sejak bulai Mei silam. Rencananya, pengerjaan jalan ini diselesaikan dalam waktu 60 hari ke depan dengan anggaran Rp17 miliar.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan hingga saat ini masih terdapat 11 titik yang belum selesai dengan panjang mencapai 1,2 kilometer.

“Dari 11 titik yang akan dikerjakan, sepanjang 1,2 Km berada di tiga kecamatan. Masing-masing 2 titik di Kecamatan Pauh, 7 titik di Kecamatan Kuranji dan 2 titik di Kecamatan Koto Tangah,” kata Walikota, Kamis (9/11/2017).

Terkait masih adanya penolakan dari masyarakat, Mahyeldi mengatakan penyelesaian masalah lahan tetap mengacu ke konsep konsolidasi. Menurutnya, Masyarakat tidak akan dirugikan.

Pemko Padang, katanya, akan berupaya memenuhi hak warga yang masih kurang dan mematuhi setiap keputusan hukum yang ada terkait perkara lahan yang sampai di pengadilan.

“Untuk itu Pemko sudah membentuk tim mediasi dan negosiasi,” ujar Mahyeldi dikutip dari humas.

Sementara itu, Mursalim, Kepala Kesbangpol Kota Padang menyatakan bahwa persoalan hukum tenah sudah tuntas meski konsolidasi masih dalam proses.

“Mereka mengajukan PK, namun PK ditolak. Pemko sudah memediasi tapi belum ada titik temu. Selain itu, Tanah ini sudah ditetapkan oleh BPN sebagai tanah negara” katanya kepada wartawan, Kamis (09/11/2017).

Pembangunan jalur dua by pass yang menghubungkan pelabuhan Teluk Bayur dengan Bandara Internasional Minangkabau kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak mei lalu. Pemko Padang akan mengebut pembangunannya termasuk menyelesaikan sebelas
titik sepanjang satu setengah kilometer yang hingga kini masih masih belum tuntas.

Jalur dua By Pass dengan panjang 27 kilometer ditargetkan rampung pada desember tahun ini, agar anggaran dari APBN tidak kembali ke pusat.

(Aidil Sikumbang)

Terpopuler

Add New Playlist