Selama Ramadan, BBPOM Padang Temukan Pangan Ilegal dan Takjil Mengandung Bahan Berbahaya 

|
Editor: Rina Akmal

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: BBPOM masih menemukan peredaran produk pangan tanpa izin edar, rusak, dan kedaluwarsa

Padang, Padangkita.com– Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang menemukan berbagai jenis pangan ilegal dan jajanan berbuka puasa yang mengandung zat berbahaya, yang beredar di sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar) selama Ramadan 2021.

Kepala BBPOM Padang, Firdaus Umar mengatakan, selama Ramadan dan menjelang Lebaran Idulfitri, pihaknya telah melakukan pengawasan pangan di 63 sarana di berbagai kabupaten/kota di Sumbar.

Sebanyak 63 sarana tersebut terdiri atas 60 sarana ritel dan 3 sarana gudang/distributor.

“Hasil penilaian terhadap 63 sarana adalah 54 sarana memenuhi ketentuan (85,71 persen) dan sembilan sarana tidak memenuhi ketentuan (14,29 persen),” ujarnya saat konferensi pers di Kantor BBPOM di Padang, Senin (10/5/2021).

Dia menuturkan, berdasarkan hasil pengawasan di sarana yang diperiksa, BBPOM di Padang masih menemukan adanya peredaran produk pangan tanpa izin edar, rusak, dan kedaluwarsa.

Produk pangan ilegal tersebut ditemukan di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman.

Selain itu, jelas Firdaus, BBPOM di Padang juga menemukan dua sampel jajanan berbuka puasa yang mengandung bahan berbahaya (2,32 persen) yaitu Rodhamin B atau pewarna merah dari jumlah pengujian 86 sampel.

Dua sampel tersebut yaitu cendol delima dan delima mentah, ditemukan petugas berdasarkan hasil pengawasan di Pasar Bandar Buat Kota Padang.

Sementara, bahan berbahaya lainnya seperti borax yang biasa dalam kerupuk, bakso, dan mi tidak lagi dijumpai. Begitu pun dengan pewarna kuning metanil dan pengawet formalin.

Terhadap hasil pengawasan, baik pada jajanan buka puasa maupun pangan, BBPOM di Padang lalu melakukan tindak lanjut dengan instansi lain.

“Terhadap pemilik sarana telah kita lakukan pembinaan, dan nanti kalau ada unsur kesengajaan dari produk ini, bisa kita lanjutkan ke arah selanjutnya,” sebutnya.

Sementara itu, terkait jajanan berbuka puasa yang mengandung Rhodamin B, BBPOM pun sedang menelusuri dari pedagang tersebut memperolehnya.

“Pedagang tersebut mendapatkan produk itu dari penjual juga. Jadi tidak membuat langsung. Kita sedang telusuri dan kita cari. Kepada pedagang, kita lakukan pembinaan,” sampai Firdaus.

Rencananya, BBPOM di Padang akan melakukan pengawasan hingga seminggu setelah Lebaran.

Untuk itu, BBPOM pun mengimbau para pedagang dan konsumen untuk memelihara higienis dan sanitasi, baik dari pangannya, penjual, lokasi, dan penyajiannya, serta mematuhi yang berlaku dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Firdaus meminta agar pedagang dan konsumen untuk berhati-hati dalam membeli produk dengan mencek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli produk.

Baca juga: Selama Ramadan 2021, BBPOM Padang Temukan 3 Jenis Makanan dan Minuman Mengandung Boraks dan Pewarna Pakaian

“Masyarakat yang menemukan permasalahan terhadap obat dan makanan dapat menghubungi layanan pengaduan konsumen BBPOM di Padang dan pada aplikasi Galamai,” terangnya. [fru]

Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler