Selama Pandemi Covid-19, Perantau Sulik Aia Bangun 2 Masjid dan 5 Jembatan di Kampung Halaman

Penulis: Redaksi

Arosuka, Padangkita.com – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Anhsarullah menyampaikan, selama masa puncak pandemi Covid-19 ketika sebagian besar daerah mengalami krisis, para perantau Nagari Sulik Aia, Kabupaten Solok, mampu menuntaskan pembangunan di kampung halaman, di antaranya dua masjid besar dan lima jembatan.

Inilah, kata Gubernur Mahyeldi bukti bahwa keberadaan perantau memiliki arti penting bagi Pemerintah Daerah Sumbar. Kearifan lokal ini, lanjut Mahyeldi menjadi keunggulan sekaligus kekuatan, karena hubungan ranah dan rantau, ikatan batin dan emosionalnya sangat kuat.

“Potensi ini harus terus dipelihara dan diperkuat demi kemajuan nagari dan daerah,” ungkap Gubernur Mahyeldi saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-23 Sulit Air Sepakat (SAS) dan Konferensi ke-32 Ikatan Pemuda Pelajar Sulit Air (IPPSA), di Lapangan Bola Koto Tuo, Nagari Sulik Aia, Selasa (3/5/2022) malam.

Sulit Air Sepakat atau SAS adalah Organisasi perantau asal Nagari Sulik Aia, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok.

Pembukaan Mubes dan Konferensi ditandai dengan pemukulan indang oleh Gubernur Mahyeldi dan penampilan tari massal ‘Pulang Basamo Babaliak ka Ranah Minang’ yang dipersembahkan oleh IPPSA.

Gubernur Mahyeldi menyatakan Pemprov Sumbar menyambut baik Mubes SAS dan pulang basamo perantau asal Sulik Aia. Terkait agenda Mubes yang menjadi ajang pemilihan Ketua Umum SAS periode 2022-2026 tersebut, Gubernur mengimbau masyarakat Sulik Aia segera melakukan konsolidasi, membangun komunikasi, merajut kekompakan dan kebersamaan.

“Ranah Minang suka persatuan dan kesatuan. Sejarah sudah membuktikan bahwa pemersatu bangsa ini adalah tokoh-tokoh asal Minangkabau. Bahkan di rantau, tak pernah ada kampung Minang,” ujar Gubernur Mahyeldi.

“Semangat ini harus menjadi motivasi. Masyarakat Sulik Aia tetaplah jadi yang terdepan menjadi pemersatu di republik ini. Jangan berpecah belah dan termakan hasutan berbagai pihak yang tidak ingin kita bersatu. Semoga mubes ini menghadirkan semangat persatuan,” ingat Gubernur Mahyeldi.

Ketua Umum DPP SAS, Syamsudin Mukhtar juga menyampaikan semangat yang sama. Ia berharap segenap pengurus tetap penuh semangat membangun dan membesarkan organisasi yang telah mendunia dengan cabangnya berada di banyak negara.

Baca juga: Ada Lonjakan Mobilitas! Pemda di Sumbar Bersiap Sambut 1,8 Juta Perantau Minang

“Organisasi ini tidak boleh mati, jangan pernah lelah membangun organisasi. Jabatan ini ladang amal dan ibadah bagi saya, sebab tidak ada gajinya. Kami juga sangat mengapresiasi kehadiran gubernur bersama-sama kita, menambah motivasi semangat kesuksesan orang Minangkabau untuk terus tumbuh,” kata Syamsudin. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist