Sejarah TMII yang Kini sedang Direnovasi, Berawal dari Ide Ibu Tien Soeharto  

Penulis: Redaksi

Jakarta, Padangkita.com – Pada era 90-an, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) adalah destinasi yang amat populer, ‘sejajar’ dengan Monumen Nasional atau Monas. Sampai-sampai, bagi orang daerah (luar DKI Jakarta), belum disebut pergi ke Jakarta, jika belum berkunjung ke TMII.

Setelah sempat ‘terabaikan’ dan ‘tak terurus’, kini TMII sedang direnovasi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).

Mengutip data Kementerian PUPR, pembangunan TMII dicetuskan Ibu Negara Tien Soeharto. TMII merupakan kawasan wisata bertema budaya yang terletak di Jakarta Timur, DKI Jakarta. Di dalamnya terdapat arsitektur tradisional, busana, tarian dan tradisi dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Ibu Tien Soeharto dalam sebuah kunjungan ke negara sahabat. [Foto: Arsip Perrunas/Kementerian PUPR]

Ide pembangunan ‘miniatur Indonesia’ dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah (Ibu Tien Soeharto), pada tahun 1970. Berawal dari pengalaman Ibu Tien mendampingi Presiden Soeharto mengunjungi negara-negara sahabat dan melihat objek-objek wisata di luar negeri.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) usai pembângunan. [Foto: Encyclopedia.jakarta-tourism.go.id/Kementerian PUPR]

Waktu itu Ibu Tien menemani Presiden Soeharto pada sebuah agenda di California, AS, tepatnya di Disneyland. Hal tersebut membangkitkan gagasan untuk membangun taman rekreasi yang menggambarkan keindahan dan keberagaman Indonesia.

TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan 3 tahun berikutnya, yaitu pada April 1975. Bangunannya dibangun di atas lahan seluas 150 hektare yang memiliki topografi agak berbukit.

Tim perancang TMII memanfaatkan kontur tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan bentang alam dan lanskap yang kaya, menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia.

Selain wisata kebudayaan, di TMII juga terdapat kereta gantung, Monorel Titihan Samirono, Taman Budaya Tionghoa Indonesia, Taman Legenda Keong Emas, dan lain-lain.

Baca juga: PUPR Kebut Pengerjaan Renovasi TMII Jelang KTT G20

Saat ini, Kementerian PUPR tengah merenovasi TMII untuk meningkatkan pelayanan wisata dan mempersiapkan TMII sebagai showcase keragaman budaya Indonesia pada perhelatan KTT G20.

Jelang KTT G20 pada November mendatang, Kementerian PUPR terus melanjutkan renovasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai salah satu penugasan khusus dari Presiden Jokowi.

Renovasi meliputi penataan area gerbang utama dan renovasi Joglo Sasono Utomo, Sasono Langgeng Budoyo, Sasono Adiguno, Tugu Pancasila, Museum Theater Garuda, Museum Telkom, dan Museum Keong Mas.

Salah satu bangunan TMMI yang direnovasi Kementerian PUPR. [Foto: Dok. Kementerian PUPR]

Kementerian PUPR juga menata lanskap Danau Archipelago, pedestrian anjungan, viewing tower, Kaca Benggala, halte, area parkir, gedung pengelola, serta membangun gedung parkir bertingkat dan community center.

Baca juga: PUPR Libatkan 6 BUMN Wujudkan Mimpi Kemensetneg Jadikan TMII sebagai Indonesia Opera

Bagian bangunan TMII yang direnovasi. [Foto: Dok. Kementerian PUPR]

Usai direnovasi, TMII akan terdiri dari 70 persen zona hijau dan 30 persen zona bangunan. Renovasi ini juga diharapkan dapat menjadikan TMII sebagai destinasi wisata yang merupakan representasi keragaman dan kekayaan potensi daerah dan budaya Indonesia. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist