Sedih Lihat Sumbar, Ade Armando: Sedikit Berita Positif dan Banyak Kabar ‘Lucu’?

Penulis: Irfan Denas

Jakarta, Padangkita.com – Pegiat media sosial Ade Armando mendukung pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang menyebut Sumbar sudah berubah dan sudah tidak memiliki tokoh-tokoh populer seperti zaman kemerdekaan.

“Bu Mega, yang bingung bukan cuma Ibu. Saya yang keturunan Minang juga bingung dan sedih melihat provinsi itu,” ujar Ade di kanal YouTube CokroTV, Kamis (13/1/2022)

Menurut Ade, Megawati layak heran. Hal itu karena sedikitnya berita positif yang muncul terkait Sumbar pada akhir-akhir ini.

“Berita-berita dari Sumbar belakangan ini didominasi kabar lucu,” ujarnya.

Ade pun mengngutip sejumlah pemberitaan untuk mendukung pernyataannya.

Pertama, berita Gubernur Sumbar Mahyeldi melantik 414 pejabat administrasi menjadi jabatan fungsional lingkup Pemprov Sumbar yang di antaranya terdapat pejabat pensiun dan meninggal dunia.

“Kok nama-nama itu masih ada dalam daftar mereka yang akan dilantik? Kok tidak dihilangkan? Sedemikian burukkah administrasi Pemprov?” tutur dosen Universitas Indonesia ini.

Berikutnya, Ade menyinggung kebijakan absen pada waktu subuh bagi ASN Pemprov Sumbar, meskipun hanya mengirim pemberitahuan ke atasan lewat WhatsApp (WA).

“Buat saya kebijakan absen subuh ini luar biasa mengherankan. Ada jaminan yang mengirim memang ASN? Ada jaminan bahwa sesudah mengirim WA dia tidak tidur kembali? Tentu saja tidak,” ujarnya.

Ade curiga kebijakan tersebut untuk mengontrol apakah ASN salat subuh atau tidak.

“Hebatnya kebijakan semacam ini pun tak diprotes siapapun. Semua nampak bahagia-bahagia saja. Barangkali memang begitulah kualitas Sumbar,” sambungnya.

Ade juga menyinggung sederet pemberitaan Sumbar yang terjadi pada tahun sebelumnya, seperti penggunaan jilbab di sekolah negeri dan aplikasi Injil berbahasa Minang yang ditarik peredarannya di Play Store.

“Jadi Megawati layak heran. Provinsi yang dulu sedemikian terkenal menghasilkan negarawan dan cendekiawan terbaik di Indonesia, kini kok kesannya tertinggal? Apalagi dalam soal keagamaan, Sumbar terkesan sangat tertutup,” kata Ade.

Baca juga: Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ade Armando, Polda Tunggu Bakor KAN Sumbar Ajukan Saksi

Sekadar diketahui, Ade Armando memang sering melancarkan kritik pedas pada kebijakan di Sumbar. Selain Ade, kolegannya Eko Kuntadhi, juga melakukan hal sama. Pun demikian dengan temannya pegiat media sosial yang lain, Denny Siregar dan Abu Janda. [den/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist