Sandiaga Uno Ungkap Progres Penunjukan Sumbar sebagai Tuan Rumah WIEF 2023

Sandiaga Uno Ungkap Progres Penunjukan Sumbar sebagai Tuan Rumah WIEF 2023

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersama Wagub Sumbar Audy Joinaldy saat berkunjung ke Desa WIsata Talao Green Park, Ulakan, Padang Pariaman. [Foto: Diskominfotik Sumbar]

Parit Malintang, Padangkita.com – Menteri Pariwsata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan progres atau perkembangan penunjukan Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) sebagai tuan rumah World Islamic Economic Forum (WIEF) 2023.

Menurut Sandiaga, sejauh ini komunikasi ke berbagai pihak terkait penyelenggaraan WIEF sudah dilakukan, termasuk penetapan Pemprov Sumbar selaku calon tuan rumah.

Perkembangan penunjukan Sumbar sebagai tuan rumah WIEF 2023 disampaikan Menteri Sandiaga di sela-sela kunjungannya ke Desa Wisata Green Talao Park (GTP), Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman dalam penilaian 50 Desa Wisata terbaik, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, Selasa (5/6/22).

"Ini panitia lokal sedang menyiapkan, kita sudah komunikasikan juga dengan Buya Mahyeldi (Gubernur Sumbar). Sekarang kami sedang koordinasi di tingkat kementerian dan lembaga untuk menentukan waktu, tempat dan rangkaian acara," ungkap Sandiaga.

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Sumbar pada Maret 2022 lalu, Sandiaga telah menyatakan bahwa Sumbar ditetapkan sebagai tuan rumah WIEF 2023.

Gelaran WIEF nanti, kata Sandiaga, akan disandingkan bersama pertemuan ulama besar sedunia dengan mengambil tema ekonomi Islam dan potensi pariwisata halal atau ‘muslim friendly tourism’.

Sandiaga menyampaikan, perhelatan forum WIEF akan melibatkan para bupati dan wali kota di Sumbar. Keterlibatan bupati dan wali kota, kata Sandiaga, adalah selaku tuan rumah yang akan menjamu penyelenggaraan event tersebut di nagari atau desa wisata di Sumbar.

Sementara itu, soal desa wisata, dia menjelaskan, potensi pariwisata halal dan desa wisata betul-betul dapat menyentuh kebutuhan masyarakat untuk menjawab tantangan dan tuntutan situasi yang dihadapi dewasa ini. Desa atau nagari telah membuktikan diri mampu melewati turbulensi ekonomi.

"Sekarang masyarakat butuh lapangan kerja, beban biaya ekonomi juga semakin meningkat. Oleh karena itu, nagari-nagari dan desa wisata menjadi garda terdepan, bukan hanya dari segi potensi wisata, tapi juga potensi ketahanan pangan, energi dan pemberdayaan masyarakat," ujar Sandiaga.

Baca juga: Kagumi Potensi GTP Ulakan, Sandiaga Bantu Penerbangan Kuala Lumpur–Padang Segera Terealisasi

Penyelenggaraan WIEF dan pertemuan ulama sedunia yang direncanakan diadakan di Sumbar merupakan kolaborasi bersama pemerintah dalam mendukung geliat pariwisata Sumbar. Di antara yang terlibat dalam kolaborasi ini adalah Kementerian Desa, Parekraf, Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota hingga ke tingkat nagari. [*/pkt]

Baca Juga

Catatkan SHU Rp1,9 Miliar, Koperasi KPN Balai Kota Padang Raih Sertifikat Sehat
Catatkan SHU Rp1,9 Miliar, Koperasi KPN Balai Kota Padang Raih Sertifikat Sehat
6 Event Pariwisata Sumbar Masuk Daftar KEN 2024, Terbanyak di Luar Jawa
6 Event Pariwisata Sumbar Masuk Daftar KEN 2024, Terbanyak di Luar Jawa
Kunjungi Posko Erupsi Marapi, Andre Rosiade Bantu Dapur Umum Rp25 Juta dan Sembako
Kunjungi Posko Erupsi Marapi, Andre Rosiade Bantu Dapur Umum Rp25 Juta dan Sembako
Prof. Syukri Arief Resmi Pimpin DPW ADI Sumbar, Ini Harapan Sekdaprov Hansastri
Prof. Syukri Arief Resmi Pimpin DPW ADI Sumbar, Ini Harapan Sekdaprov Hansastri
Pengembangan Industri Halal Dipastikan Masuk dalam RPJP Sumbar 2025-2045
Pengembangan Industri Halal Dipastikan Masuk dalam RPJP Sumbar 2025-2045
Andre Rosiade bersama Kapolda Sumbar dan Deputi Kemenkop UKM Bahas Dugaan Penipuan Koperasi di Dharmasraya
Andre Rosiade bersama Kapolda Sumbar dan Deputi Kemenkop UKM Bahas Dugaan Penipuan Koperasi di Dharmasraya