RSUD M Zein Penuh, Pemkab Pessel Bakal Buka Rusunawa dan RS Tapan Tampung Pasien Covid-19

Penulis: Redaksi

Painan, Padangkita.com – Kasus infeksi Corona (Covid-19) di Pesisir Selatan (Pessel) terus meningkat. Akibatnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Zein Painan telah terisi penuh.

Untuk antisipasi ke depan, Pemkab Pessel berencana segera mengaktifkan kembali Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang terletak di Nagari Painan Selatan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

Sekretaris Tim Satgas Penanganan Covid-19, Dailipal mengatakan, rencana untuk mengaktifkan Rusunawa itu akan segera dikoordinasikan dengan stakeholder.

Bangunan rusunawa yang terdiri dari tiga lantai itu, mampu menampung 300 warga yang bakal menjalani isolasi.

“Untuk mengaktifkan Rusunawa tersebut, nanti kita segera kordinasi lebih lanjut,” terang Dailipal.

Di samping Rusunawa, Pemkab Pessel juga bakal menjadikan Rumah Sakit Tapan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Untuk meninjau kesiapan RS Tapan, Wakil Bupati Pessel, Rudi Hariyansyah juga langsung mengunjungi rumah sakit itu, Kamis (29/7/2021).

Painan, Padangkita.com - Sebanyak tiga pasien positif Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Zein Painan dirawat di tenda darurat.
Tenda darurat untuk perawatan sementara pasien positif Covid-19 di halaman RSUD M Zein Painan. [Foto: Nik/Padangkita.com]
Menjadikan Rumah Sakit Tapan sebagai rumah sakit rawatan Covid-19, kata Rudi, sangat mendesak.

Sebab, daerah Pesisir Selatan yang memanjang dari Utara ke Selatan memiliki jarak yang cukup jauh. Sehingga diperlukan penambahan rumah sakit yang lain sebagai tempat rawatan pasien Covid-19.

“Jika ini terwujud, maka dapat mengurangi ledakan pasien di RSUD M. Zein Painan,” katanya.

Direktur RSUD Tapan menyebutkan, pihaknya menyiapkan empat kamar untuk perawatan pasien Covid-19. Tiap-tiap kamar bisa diisi empat atau lima tempat tidur.

Baca juga: Terbatas dan Mulai Langka, RSUD M Zein Painan Produksi Oksigen Sendiri, Bisa 150 Tabung Per Hari

“Jadi, jika terwujud sebagai rumah sakit perawatan Covid-19, kita sanggup paling banyak menampung 16 sampai 20 pasien,” ujarnya. [nik/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist