Rokok Konvensional atau Elektrik, Lebih Bahaya Mana? 

Penulis: Redaksi

Banjar, Padangkita.com – Dampak dari perokok aktif baik itu secara konvensional maupun elektrik, rupanya sama-sama berbahaya bagi kesehatan. Demikian penjelasan dr Sari Wahyu Ningrum.

Menurut Kepala UPTD Puskesmas Banjar 3 ini, kedua jenis rokok tersebut sama-sama mengandung zat racun yang tentunya tidak baik kesehatan dan fungsi organ tubuh manusia.

“Kalau rokok konvensional, caranya kan rokok tersebut dibakar, dihisap sampai menyisakan puntung. Sepelit-pelitnya orang ga bakalan itu puntung dimakan, kan ya,” terangnya setengah berkelakar, dilansir Padangkita.com dari Timesindonesia, Kamis (21/7/2022).

Sementara itu, rokok elektrik atau lebih dikenal dengan sebutan vape adalah jenis rokok yang berupa cairan yang dipanaskan dan berubah jadi aerosol atau uap.

“Nah, perlu diketahui bahwa asap air itu bukan terbuat dari sirup, teh manis atau air putih biasa melainkan air kimia yang ada kandungan gluserin, nikotin, zat perasa dan yang lainnya,” terang dr Sari.

Dari uapnya tersebut, lanjutnya, dihasilkannya formaldehid, zat yang biasanya digunakan sebagai bahan pengawet cat, kayu dan lainnya.

Nah, kedua jenis rokok tersebut rupanya sama-sama mengandung bahaya seperti yang diuraikan dr Sari. Bahayanya yaitu gangguan jantung dan menimbulkan plak di pembuluh darah, membuat ketergantungan dan menyebabkan adiksi dengan gejala muram atau sedih saat menghentikan kebiasaan merokoknya.

“Gejala lainnya yaitu galau, lelah, letih dan lesu yang kadang mengakibatkan insomnia,” terangnya.

Baca Juga: Ahli Ungkap Penyakit Mulut dan Kuku Sapi Tidak Berbahaya bagi Manusia

Selain itu, bahaya dari merokok juga mengakibatkan gangguan paru-paru dan kanker nasofaring.

“Sehat itu adalah pilihan, masyarakat diimbau untuk tidak terbuai dengan iklan rokok atau konten yang menyesatkan ya,” pesan dr Sari Wahyu Ningrum. [*/isr]

Terpopuler

Add New Playlist