Rekontruksi Jalan Tol Trans Sumatra Dipastikan Tak Pakai Uang APBN!

Penulis: Isran Bastian

Jakarta, Padangkita.com – Rekontruksi Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) dipastikan tidak membebani uang negara yang bersumber dari APBN. Hal ini diungkap Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parkesit.

Jelas dia, rekonstruksi dilakukan pada Rruas Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter) dan Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) dan Kayu Agung – Palembang-Betung (Kapal Betung).

“Tidak ada anggaran APBN yang digunakan. Tidak ada pula penyesuaian tarif (tarrif adjustment),” tegas Danang, dilansir Padangkita.com, Selasa (21/6/2022).

Dia menjelaskan, biaya rekonstruksi jalan bebas hambatan berbayar dengan total panjang 367,43 kilometer tersebut diambil dari anggaran jaminan konstruksi dari kontraktor.

Menurut Danang, besarnya sekitar lima persen dari nilai kontrak konstruksi. Jadi, saat ini masih dalam masa pemeliharaan dan jaminan kontraktor. Kontrakor yang dimaksud adalah PT PP (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang mengerjakan Ruas Bakter. Dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang mengerjakan Ruas Terpeka dan Kapal Betung.

Ada pun rekonstruksi akan dilakukan di beberapa titik dengan kemungkinan perubahan struktur dari sebelumnya menggunakan metode timbunan ke metode pile slab.

Hal ini untuk mengakomodasi penurunan tanah dan karakter tanah lunak, yang mendominasi area pembangunan. Danang mengungkapkan, perubahan jenis penanganan struktur tanah juga diterapkan di Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Lepas dari itu, imbuh dia, pembangunan Ruas Tol Terbanggi Besa r- Palembang yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) telah memenuhi seluruh standar dan prosedur dalam Rancangan Teknis Akhir (RTA).

“Sesuai RTA. Dan ketika konstruksi tuntas, dan lulus uji, diberikan Sertifikat Laik Operasi (SLO),” ujar Danang.

Hanya, bagaimana pemenuhan unsur teknis sehingga diberikan sertifikasi laik fungsi dan operasi tersebut, Danang enggan menjawabnya.

“Silakan tanya ke Dirjen Bina Marga kalau soal teknisnya. Lebih pas secara kewenangan menjawab. Kalau dari pengusahaan, saya bisa jawab sesuai kewenangan,” tuntas dia.

Baca Juga: Mengenal Fotogrametri, Metode Survei Digital yang Dipakai HKI dalam Pembangunan Jalan Tol

Diketahui, jalan Tol Trans Sumatra sepanjang 3.049 km akan menghubungkan Pulau Sumatra dari Aceh hingga Bakauheni.

Tahap 1 terdiri atas 8 ruas, terbagi menjadi empat ruas awal: (1) Medan-Binjai, (2) Palembang-Indralaya, (3) Pekanbaru-Dumai, (4) Bakauheni-Terbanggi Besar; dan empat ruas tambahan: (5) Terbanggi Besar- Pematang Panggang, (6) Pematang Panggang-Kayu Agung, (7) Palembang – Tanjung Api-Api dan (8) Kisaran–Tebing Tinggi. [*/isr]

Terpopuler

Add New Playlist