Ratusan Pendaki Rayakan HUT RI di Puncak Gunung Talamau Pasaman Barat

Penulis: Ahmad Romi

Simpang Empat, Padangkita.com – Banyak cara unik yang dilakukan orang-orang untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia, salah satunya adalah memperingatinya di puncak gunung.

Seperti halnya yang dilakukan ratusan pendaki di Pasaman Barat (Pasbar). Sejak tanggal 9 Agustus hingga 16 Agustus para pendaki telah mulai berdatangan dan melakukan perjalanan menuju puncak Gunung Talamau yang memiliki ketinggian 2.982 mdpl.

Para pendaki ini tidak hanya berasal dari Kabupaten Pasbar, tetapi juga datang dari berbagai daerah luar Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Tujuan mereka sama, merayakan HUT ke-75 RI di puncak Talamau.

Salah seorang pengurus Geopark Talamau, Ruswar Dedison mengatakan hingga Minggu (16/8/2020) malam sudah lebih dari 220 orang yang mencatatkan diri melakukan pendakian ke gunung tertinggi di Sumbar itu.

“Beberapa kelompok pendaki telah melakukan pendakian menuju puncak Gunung Talamau,” kata Dedi Rimba, nama populer Ruswar Dedison di Pasbar, Minggu (16/8/2020) malam di Simpang Empat.

Baca juga: Aktivitas Hiburan dalam Ruangan Karaoke Dilarang di Pasaman Barat

Dia mengatakan para pendaki yang tercatat telah memulai pendakian sejak Minggu (9/8/2020) lalu, secara bergelombang. Namun puncaknya atau paling banyak pendaki mulai naik gunung pada Jumat (14/8/2020).

“Mereka melakukan pendakian secara berkelompok dari dua jalur pendakian, ada yang dari jalur Lubuk Landur dan ada dari jalur Pinagar. Sebagian pendaki pun sudah ada yang sampai di puncak gunung,” jelasnya.

Dari pengakuan para pendaki, mereka memilih Gunung Talamau sebagai lokasi merayakan HUT RI, karena menilai gunung ini salah satu gunung yang masih “perawan”.

“Memang Gunung Talamau masih asri dan tingkat kesulitan dalam mendakipun sangat tinggi. Itu makanya, setiap para pendaki kita sampaikan untuk membawa perbekalan sesuai keperluan saja,” ujarnya.

Untuk menuju puncak, lanjut Dedi, para pendaki disarankan menggunakan pemandu karena jalur yang dilalui lumayan sulit. Setidaknya memakan waktu tiga hari perjalanan untuk naik dan turun gunung. Dua hari untuk sampai puncak dan satu hari untuk turun.

“Ada lima pos pemberhentian yang telah disediakan di setiap jalur. Ini agar pendaki terhindar dari risiko tersesat,” ungkapnya.

Menurutnya, memperingati HUT RI di puncak gunung adalah pengalaman yang luar biasa, apalagi saat mengibarkan bendera Merah Putih.

”Ada sensasi yang berbeda ketika mengibarkan dan memberi hormat pada bendera Merah Putih di puncak gunung. Kita akan merasakan kebesaran Tuhan di puncak gunung,” kata Dedi.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah meminta semua petugas SAR untuk bersiaga. “Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari kalangan pendaki.” [rom/pkt]


Baca berita Sumatra Barat terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist