Rachmat Gobel Ingatkan Jangan Ada Diskriminasi Pelayanan Peserta BPJS

Rachmat Gobel Ingatkan Jangan Ada Diskriminasi Pelayanan Peserta BPJS

Wakil Ketua DPR RI bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel. [Foto: Dok. DPR RI]

Jakarta, Padangkita.com - Wakil Ketua DPR RI bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel mengingatkan bahwa kesehatan dan pendidikan merupakan modal utama suatu bangsa. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan berolahraga dan mengatur pola makan.

“Serta, negara memberikan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan merupakan suatu keharusan bagi terbangunnya kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Gobel dalam acara Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diadakan BPJS Kesehatan di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pekan lalu.

Gobel mengatakan, untuk bisa menjadi negara maju dan bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia, maka pembangunan sumber daya manusia merupakan prioritas utama. Bukan kekayaan sumber daya alam yang terpenting, melainkan, tambahnya, kualitas sumber daya manusia yang utama.

“Sejumlah negara tak memiliki kekayaan alam tapi justru menjadi negara maju dan sejahtera, misalnya Singapura dan Jepang. Karena itu, Indonesia harus bersungguh-sungguh dalam membangun kualitas sumber daya manusia ini,” kata Politisi Fraksi Partai NasDem ini.

Namun, ia menyatakan, bangsa Indonesia sangat bersyukur memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Pekerjaan selanjutnya, katanya, adalah membangun kualitas sumber daya manusia. Para wakil rakyat di DPR, kata Gobel, sangat bersungguh-sungguh dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Khusus di bidang penjaminan kesehatan, kata dia, DPR telah membuat dua undang-undang, yaitu UU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU tentang BPJS. Selain itu, lanjutnya, DPR terus mendorong agar rakyat tak mampu iurannya dijamin negara.

 “Jumlahnya terus dinaikkan dan anggarannya dijaga alokasinya. Selain itu, DPR juga terus menjaga penguatan kelembagaan BPJS Kesehatan sebagai badan hukum yang independen,” ujarnya.

Namun demikian, kata Gobel, masyarakat jangan menggantungkan kesehatannya pada aspek kuratif karena biaya dan pelayanannya sudah dijamin negara.

“Yang utama adalah aspek preventif. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi jaga pola makan dan rutin berolah raga. Obat itu hakikatnya racun. Jadi jangan menggantungkan pada obat,” ingatnya.

Gobel juga meminta agar BPJS Kesehatan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanannya agar masyarakat makin terlayani. Sebab, ia kerap mendapatkan pengaduan-pengaduan dari masyarakat soal ini.

Selain itu, kata dia, fasilitas kesehatan seperti klinik dan rumah sakit juga terus memperbaiki kualitas pelayanannya kepada masyarakat.

“Jangan ada diskriminasi pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan. Perlakukan dengan sama baiknya dan setara antara pasien BPJS Kesehatan dan pasien yang non-BPJS Kesehatan. Semua sama dijamin hukum dan sama-sama bayar,” katanya.

Gobel mengatakan, Indonesia sedang berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Di masa bonus demografi yang tak lama lagi akan berakhir ini, Indonesia sudah harus mentas menjadi negara maju. Ini perjuangan kita semua. Semua harus bersatu dan bahu membahu,” ungkapnya.

Dalam acara itu, hadir pula Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga, Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igrisa, dan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gorontalo Djamal Ardiansyah.

Dalam laporannya, Bupati mengatakan, Pohuwato sudah masuk Universal Health Coverage karena 96,74 persen penduduknya sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan.

“Jadi, dengan menunjukkan KTP saja maka warga Pohuwato sudah bisa dilayani oleh fasilitas kesehatan dengan gratis,” katanya.

Sedangkan, Djamal menyampaikan, dalam satu tahun terakhir, di Pohuwato ada 211 ribu pelayanan di klinik dan puskesmas dan ada 22.800 pelayanan di rumah sakit.

Baca juga: Rachmat Gobel Ilustrasikan Praktik Modus Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

Gobel mengatakan, sosialisasi ini dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum paham manfaat program JKN, banyaknya pengaduan tentang JKN, dan masih banyak orang yang sakit tapi belum mau berobat. [*/pkt]

Baca Juga

Petani dan Nelayan di Daerah 3T masih Sulit dapat BBM, DPR Minta BPH Migas Evaluasi Jarak SPBN
Petani dan Nelayan di Daerah 3T masih Sulit dapat BBM, DPR Minta BPH Migas Evaluasi Jarak SPBN
Farhan Janji akan Kawal Pasal Perusak Kebebasan Pers Tak Masuk Revisi UU Penyiaran
Farhan Janji akan Kawal Pasal Perusak Kebebasan Pers Tak Masuk Revisi UU Penyiaran
Konsep Kearifan Lokal Indonesia Penting untuk Demokrasi Lingkungan yang Inklusif
Konsep Kearifan Lokal Indonesia Penting untuk Demokrasi Lingkungan yang Inklusif
Jelaskan Duduk Perkara Revisi UU Penyiaran, Farhan: Konflik Platform Terestrial Vs Digital
Jelaskan Duduk Perkara Revisi UU Penyiaran, Farhan: Konflik Platform Terestrial Vs Digital
Pabrik Tapioka di Bangka Berkapasitas 6.000 Ton Per Bulan, Bina 1.500 Petani Singkong
Pabrik Tapioka di Bangka Berkapasitas 6.000 Ton Per Bulan, Bina 1.500 Petani Singkong
Komisi I DPR RI segera Ratifikasi Kerja Sama Pertahanan dengan Empat Negara
Komisi I DPR RI segera Ratifikasi Kerja Sama Pertahanan dengan Empat Negara