Rachmad Wijaya: LGBT Penyimpangan Berbahaya, Harus Diberantas!

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumatra Barat (Sumbar) Rachmad Wijaya meminta semua pihak lebih serius memberantas LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) di daerah ini. Apalagi, LGBT ini diduga sudah masuk ke sekolah-sekolah.

“Kami dengar Dinas Pendidikan Sumbar dan Kota Padang sudah mendapat laporan tentang adanya dugaan LGBT di sekolah. Tentunya ini sinyal bahaya dan harus ditindak segera. Jangan sampai terlambat dan membuat adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK) menjadi simbol semata,” kata tokoh pemuda Rawang, Padang Selatan, Kota Padang ini, Minggu (25/12/2022).

Menurut Rachmad, semua pihak sebenarnya sudah punya pandangan yang sama tentang LGBT. Dari sisi agama maupun ilmu pengetahuan di Indonesia, LGBT itu adalah penyakit atau penyimpangan dari situasi normal. Bahkan bisa menular dan dapat dikatakan sangat berbahaya.

“Di mana-mana saat ini kita berdiskusi kalau LGBT itu adalah penyimpangan. Kita bersama-sama telah menolaknya, karena bahaya yang mengancam. Saya sangat menolak adanya LGBT karena tidak ada satupun agama yang membolehkannya. Tetapi sekarang, kenapa sampai marak dan katanya masuk ke sekolah-sekolah?” ungkap pengusaha minyak dan gas di Sumbar dan Sumsel ini mempertanyakan.

Rachmad menyarankan, guru-guru yang mengetahui ada siswa yang diduga terpapar LGBT, agar melaporkan ke orang tua masing-masing. Karena masih akan bisa diobati atau disadarkan.

“Anggap ini penyakit yang bisa disembuhkan. Atau barang-haram yang bisa merusak tubuh dan harus dihindari. Apalagi LGBT juga terkait dengan pornografi yang merusak kepribadian dan otak manusia,” kata bakal calon anggota DPRD Kota Padang Daerah Pemilihan (Dapil) IV Padang Selatan dan Padang Timur.

Rachmad Wijaya bahkan sangat setuju dengan pemidanaan para pelaku LGBT yang sudah meresahkan banyak pihak. Karena akan membuat efek jera kepada pelaku yang bahkan juga memaksa melibatkan anak-anak dalam aksinya.

“Saya sepakat kalau LGBT ini dipidanakan saja,” kata alumni SMA 6 Padang ini.

Diketahui, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Barlius membuat Surat Edaran (SE) untuk mengantisipasi, mengikis habis berkembangnya LGBT, pelecehan seksual dan prilaku seksual menyimpang termasuk narkoba di lingkungan sekolah dan jajaran Dinas Pendidikan umumnya. Karena sudah laporan beberapa sekolah yang ditimpa kasus LGBT, sekarang dalam proses penanganan oleh jajaran Dinas Pendidikan.

Baca juga: Rachmad Wijaya dan Ratusan Warga Ganting Parak Gadang Ikuti Senam Massal

Dalam SE Nomor 420/6020/Sek-2022 yang ditujukan kepada semua Kabid di lingkungan Disdik (Kabid PSMA, PSMK, PSLB dan GTK, semua Cabdin wilayah I sampai VIII, Pengawas Sekolah, Ketua MKKS SMA dan SMK, semua Kepala SMA, SMK dan SLB se-Sumbar) diperintahkan secara bersama-sama untuk mengawasi, mencegah dan menanggulangi perilaku pelecehan seksual, LGBT, tawuran dan narkoba.  [*/pkt]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

Add New Playlist