Pro Kontra Alfamart di Sumbar, Pengamat: Jika Tidak Ada Regulasi yang Jelas, Bisa Bunuh Ritel Lokal

Penulis: Fuadi Zikri
|
Editor: Fakhruddin Arrazzi

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Pakar ekonomi mengatakan harus ada regulasi yang jelas jika Alfamart masuk Sumbar.

Padang, Padangkita.com – Pro-kontra pendirian ritel raksasa Alfamart di Sumatra Barat (Sumbar) kembali mencuat. Sebab, belum lama ini Aliansi Pedagang Sumbar menggelar aksi demonstrasi di Depan Kantor Gubernur Sumbar menolak kehadiran Nagari Mart yang menurut mereka diduga berafiliasi dengan Alfamart.

Aksi penolakan itu pun langsung dibantah oleh pihak Nagari Mart melalui Direktur PT Nagari Minang Sakato, Nashirman Chan. Dia mengatakan pihaknya tidak memiliki hubungan apa pun dengan Alfamart.

Menanggapi pro-kontra tersebut, Padangkita.com mencoba menghubungi salah seorang pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Syafruddin Karimi.

Syafruddin menjelaskan Alfamart atau Indomart merupakan ritel raksasa berskala nasional yang mempunyai manajemen sistem yang rapi dan kuat. Berbanding terbalik dengan ritel lokal yang sebagian besar banyak berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ritel raksasa itu, menurut dia, dalam sistem penjualannya langsung menghubungkan antara produsen dan konsumen yang membuat rantai distribusi sangat pendek sehingga membuat harga barang menjadi lebih murah.

Sementara, ritel lokal memiliki rantai distribusi yang cukup panjang yang tentu membuat harganya menjadi mahal ketimbang Alfamart. Fenomena itu akan membuat para konsumen di Sumbar lebih memilih berbelanja di Alfamart ketimbang ritel lokal.

“Memang harus ada regulasi yang jelas, tegas dan dapat dibaca oleh semua orang baik itu berupa peraturan daerah, peraturan gubernur, peraturan wali kota, peraturan bupati untuk melindungi ritel lokal Sumbar. Jika tidak ada regulasi yang mengaturnya akan membuat mati ritel lokar,” katanya, Jumat (11/6/2021).

Menurut Syafruddin, bila pemerintah daerah (Pemda) memberikan izin kepada ritel raksasa nasional masuk ke Sumbar, akan berdampak negatif kepada pengusaha ritel lokal. Pasalnya, perusahaan ritel lolal belum punya sistem secanggih Alfamart dan Indomaret.

“Sama saja dengan mengadu tinju Mike Tyson dengan petinju amatir. Begitu perumpamaannya kalau membiarkan ritel nasional bertarung dengan ritel lokal,” ujar Syafruddin.

Seandainya Pemda mengizinkan ritel nasional seperti Alfamart dan Indomaret masuk ke Sumbar, lanjut Syafrufddin, harus ada aturan yang menata supaya persaingan tetap sehat. Karena bila tidak ada aturan, persaingan yang terjadi tidak akan seimbang dan lambat laun akan membunuh pengusaha lokal.

Baca Juga: Tolak Nagari Mart, Aliansi Pedagang Demo Kantor Gubernur Sumbar

Baca Juga: Bantah Nagari Mart Berafiliasi dengan Alfamart, Dirut Nagari Minang Sakato: Itu Fitnah

“Kecuali Pemda mau mengusahakan agar ritel lokal ini langsung terhubung dengan produsen secara langsung,” kata Syafruddin mengakhiri. [mfz/fru]


Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler