Pria yang Jatuh di Fly Over Kelok Sembilan Warga Padang Pariaman, Bukan karena Selfie, Ini Informasi Lengkap Polisi

Sarilamak, Padangkita.com – Pria yang ditemukan tewas di bawah fly over Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (25/10/2020) sore, diketahui bernama Rafsanjani Ramadhan, 25 tahun.

Ia adalah warga Korong Lantak Mingkudu, Nagari Padang Bintungan, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, yang selama ini tinggal di Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Baca Juga

Informasi tersebut diketahui wartawan dari penjelasan Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Nofrizal Chan pada Minggu (25/10/2020) malam. Dalam penjelasan tertulis itu dijelaskan, Rafsanjani jatuh ke dasar jurang di Kelok Sembilan bukan karena selfie (swafoto), tapi Rafsanjani diduga polisi bunuh diri karena depresi.

Menurut AKP Nofrizal Chan, sebelum identitas Rafsanjani Ramadhan diketahui, petugas piket Polres Limapuluh Kota yang dipimpin Iptu HT Tambunan bersama-sama dengan Kaur Identifikasi Satreskrim Aiptu Sukono, sudah melakukan identifikasi terhadap jenazah Rafsanjani. Sekaligus meminta keterangan saksi-saksi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Ada sejumlah saksi yang dimintai keterangan oleh petugas piket Polres Limapuluh Kota. Di antaranya, Kepala Jorong Batu Badukuang, Nagari Harau, Kecamatan Harau, Iskarmon Basir, 50 tahun, yang berada di lokasi kejadian. Kemudian, pelajar bernama Dila,15 tahun, yang berjualan di sekitar fly over Kelok Sembilan.

Menurut keterangan saksi-saksi yang disampaikan AKP Nofrizal Chan kepada wartawan, Rafsanjani terpantau mendatangi sebuah warung di kawasan fly over (jembatan layang) Kelok Sembilan pada Minggu (25/10/2020) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, korban yang membeli sebatang rokok sempat bercerita jika dia adalah seorang mahasiswa.

Sekitar setengah jam kemudian korban meninggalkan warung tempatnya membeli rokok. Namun, korban tidak pergi ke mana-mana, melainkan masih berjalan-jalan di sekitar fly over Kelok Sembilan. “Saat itulah, saksi Dila sempat melihat korban memukul kepalanya berulang kali,” kata AKP Nofrizal Chan.

Sekitar pukul 15.00 WIB, saksi Dila kembali melihat korban, tapi tidak lagi dalam posisi berjalan-jalan seperti semula. Melainkan sudah duduk sambil merokok di atas sebuah pembatas jalan fly over Kelok Sembilan. Namun, sekitar setengah jam berselang, korban tidak lagi terpantau berada di lokasi tersebut.

Entah karena penasaran atau karena kebetulan saja, beberapa waktu kemudian saksi Dila melihat ke bawah fly over Kelok Sembilan. Alangkah terkejutnya saksi melihat korban yang tadinya duduk di atas pembatas jalan, sudah tergeletak di dalam jurang berjarak hampir 50 meter dari atas fly over. Saksi langsung menginformasikan hal tersebut kepada Polres Limapuluh Kota Kota.

Tidak lama berselang, piket Polres Limapuluh Kota bersama-sama dengan instansi pemerintah daerah dan petugas Pos SAR Limapuluh Kota dipimpin Robby Syahputra, mendatangi Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Jenazah korban dievakuasi dari dalam jurang dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah berlambang Basarnas, karena Pos SAR Limapuluh Kota adalah instansi vertikal di bawah Basarnas.

Awal dilakukan identifikasi oleh Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Limapuluh Kota Aiptu Sukono, identitas korban belum berhasil diketahui. Namun saat jenazah korban sudah berada di RSUD Adnaan WD, Polres Limapuluh Kota mendapat informasi jika korban adalah Rafsanjani Ramadhan, 25 tahun, warga Korong Lantak Mingkudu, Nagari Padang Bintungan, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman.

Untuk memastikan informasi ini, Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota AKP Nofrizal Chan langsung langsung melakukan koordinasi dengan personil Polres Padang Pariaman Hingga diketahui bahwa Korban memang merupakan warga Padang Pariaman yang telah hilang kontak dengan keluarganya sejak Jumat (23/10/2020).

Kemudian AKP Nofrizal Chan langsung menghubungi dan mengonfirmasi keluarga Rafsanjani Ramadhan, dalam hal ini kakak iparnya bernama Riki Kamelia, 41 tahun, warga Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Dari Riki akhirnya diketahui jika korban sempat mengalami depresi.

“Kakak ipar laki-laki korban bernama Riki Karmelia menjelaskan, bahwa sebelumnya korban mengalami depresi dikarenakan korban mengalami pecah kongsi dagang dan kerugian.

Riki juga menjelaskan, bahwa dua hari sebelum terjadinya peristiwa bunuh diri tersebut, korban telah hilang kontak dengan keluarga,” kata AKP Nofrizal.

Masih menurut Riki Amelia, terakhir kali korban berkata ia ingin pergi menuju Kabupaten Padang Pariaman dari Kabupaten Siak dengan menggunakan travel. Namun, korban tidak pernah sampai di Padang Pariaman, hingga akhirnya keluarga melapor kepada polisi.

Baca Juga: Diduga Berswafoto, Seorang Pria Jatuh di Flyover Kelok Sembilan

“Adik kandung korban bernama Yuni Kartika,22 tahun, sudah datang langsung ke kamar jenazah RSUD Adnan WD. Yuni memastikan bahwa korban (yang ditemukan tewas di Kelok Sembilan) adalah kakak kandungya, ” ujar AKP Nofrizal Chan.

Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota ini juga menjelaskan, sebelum jenazah korban dibawah ke RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh, personel piket fungsi Reskrim sempat mengamankan barang-barang berharga milik korban. Di antaranya uang sebesar Rp1.668.000. Terdiri dari uang pecahan Rp100 ribu sebanyak 14 lembar dan uang pecahan Rp50 ribu sebanyak 3 lembar.

Baca Juga: Pria Jatuh di Flyover Kelok Sembilan Diduga Bunuh Diri Karena Depresi

Kemudian, uang pecahan Rp10 ribu sebanyak 3 lembar, uang pecahan Rp5 ribu sebanyak 5 lembar, uang pecahan Rp2 ribu sebanyak 15 lembar, uang pecahan Rp.1000 sebanyak dua lembar, dan uang keping logam Rp500 sebanyak 2 keping. Selain itu, turut diamankan tas samping uang warna hitam. (gse/pkt)

Terpopuler