Polresta Padang Minta Bantuan Batalyon Amankan Demo Tolak Omnibus Law di DPRD Sumbar

Penulis: Redaksi

Berita Padang, berita Sumbar terbaru dan berita Demo Omnibus Law UU Cipta Kerja Padang: Selain menambah personel, polisi juga meminta bantuan kepada Batalyon 133 Yudha Sakti untuk mengirimkan 100 personel yang akan ikut mengamankan demo di DRPD Sumbar.

Padang, Padangkita.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang menambah jumlah personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang digelar oleh Aliansi Kamisan di gedung DPRD Sumbar, Jumat (9/10/2020).

Kepala Polresta Padang, AKBP Imran Amir menyebutkan, dalam pengamanan aksi kali ini pihaknya menyiagakan 1.500 personel gabungan dari Polresta Padang, Polda Sumbar dan Satuan Brimob.

Baca Juga

“Kemarin kita terjunkan 1.250 personil, sekarang 1.500 personel,” kata Imran di DPRD Sumbar, Jumat (9/10/2020).

Penambahan personel ini, lanjut dia, untuk mengantisipasi ledakan massa serta antisipasi adanya penyusup yang memperkeruh suasana aksi unjuk rasa. Sebelumnya, polisi sempat kewalahan menghadapi kerusuhan dan aksi anarkis yang dilakukan oleh ratusan remaja pada Kamis (8/10/2020).

“Kita hari ini juga melakukan penyisiran untuk mengamankan remaja-remaja yang diduga akan melakukan kerusuhan,” kata Imran.

Selain menyiagakan 1.500 personil, lanjut Imran, pihaknya juga meminta bantuan kepada Batalyon 133 Yudha Sakti untuk mengirimkan 100 personel tambahan yang akan bergabung dengan polisi.

Baca juga: Polisi Duga Remaja yang Melakukan Kerusuhan Saat Demo Omnibus Law di Padang, Dibayar Oknum

Sementara itu, pantauan Padangkita.com, sejak pagi tadi hingga sore ini masih belum terlihat pergerakan dari massa di kantor DPRD Sumbar. [pkt]


Baca berita Padang, berita Sumbar terbaru dan berita Demo Omnibus Law UU Cipta Kerja Padang hanya di Padangkita.com.

Terpopuler