Polresta Padang Bakal Periksa Gubernur, Bappeda Sumbar dan Sekda Sumbar

Penulis: Fuadi Zikri

Padang, Padangkita.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang masih terus menyelidiki dugaan penipuan yang memakai surat berkop Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatra Barat (Sumbar) dan bertanda tangan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

Bahkan, Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda mengatakan, saat ini pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Sumbar untuk dimintai keterangan terkait surat tersebut.

“Sabtu depan akan kami panggil orang Bappeda, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, dan juga Gubernur Sumbar,” ujar Rico yang dihubungi Padangkita.com melalui telepon selulernya, Rabu (18/8/2021).

Rico menyebutkan, pihaknya telah memeriksa lima orang terduga pelaku dalam kasus ini, Jumat (13/8/2021) lalu, setelah adanya laporan dari salah satu perusahaan yang dimintai sumbangan.

Kelima terduga pelaku ini, kata Rico, meminta sumbangan berupa uang kepada perusahaan-perusahaan dan sejumlah perguruan tinggi di Sumbar. Uang yang dihimpun dari sumbangan itu, akan digunakan untuk membuat majalah yang memuat profil tentang Sumbar.

Dari hasil pemeriksaan, para terduka pelaku tersebut telah mengumpulkan uang hingga Rp170 dari total sekitar 25 perusahaan dan perguruan tinggi yang dimintai sumbangan. Semua uang tersebut masuk ke rekening pribadi salah satu terduga pelaku.

Karena masih dalam proses penyelidikan, lanjut Rico, kelima terduga pelaku tersebut tidak ditahan, tetapi hanya wajib lapor.

Belakangan diketahui, ternyata para terduga pelaku ini memiliki sebuah CV (commanditaire venootschap) atau perseroan komanditer dan telah pernah melakukan hal serupa saat Mahyeldi menjabat sebagai Wali Kota Padang.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah tidak terlalu menanggapi persoalan tersebut. Menurut dia, memang banyak orang yang tidak bertanggung jawab memakai namanya terutama melalui di media sosial.

Namun demikian, Mahyeldi menyebutkan, tetap akan mengusut penggunaan tanda tangannya tersebut. Hanya, saat ditanya apakah ia pernah menandatangani surat berkop Bappeda, ia tak menjawab tegas.

Baca juga: Heboh Surat Bertanda Tangan Gubernur Sumbar Untuk Minta Sumbangan, Ombudsman: Kok Seperti EO

“Nanti akan saya cek, itu kan di Bappeda (Sumbar) ya, nanti saya cek,” jawabnya. [mfz/pkt]

Terpopuler