Berita

Polda Sumbar Turun Tangan Usut Kasus Persekusi 2 Perempuan Pemandu Lagu di Pessel

×

Polda Sumbar Turun Tangan Usut Kasus Persekusi 2 Perempuan Pemandu Lagu di Pessel

Sebarkan artikel ini
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan. [Foto: Abeng/Padangkita]

Painan, Padangkita.com – Perirstiwa persekusi terhadap 2 perempuan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang heboh di dunia maya, mendapat perhatian serius Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Polda Sumbar).

Polda meminta para pelaku persekusi terhadap 2 wanita pemandu karaoke kafe itu, segera menyerahkan diri.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan mengatakan, kasus ini menjadi atensi pihaknya dan penyelidikan terus dilakukan. Kasus tersebut telah diambil alih Polres Pesisir Selatan dari Polsek Lengayang.

“Kepada para pelaku agar segera menyerahkan diri. Kalau tidak kami cari (sampai dapat),” tegas Dwi, Rabu (12/4/2023).

Ia mengungkapkan, pihak kepolisian telah mengantongi CCTV hingga rekaman video saat kejadian, sehingga para pelaku telah dikenali.

“Sampai sekarang belum ada yang kami amankan (pelaku). Yang pasti kami melakukan penyelidikan dulu. Kemudian, nantinya hasil penyelidikan itu akan mengarahkan ke pelaku-pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan menyatakan telah memerintahkan anggotanya agar menangani kasus ini dengan cepat.

“Kami sudah arahkan Kasatwil (Kepala Satuan Wilayah) dalam hal ini Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan untuk menangani hal tersebut. Merespons cepat,” kata dia.

Andry mengungkapkan, peristiwa persekusi itu terjadi pada Sabtu (8/4/2023) malam. Pihak kepolisian akan menindak tegas apabila emang terbukti adanya unsur kekerasan seksual yang dialami korban.

“Sudah saya perintahkan untuk melakukan penyelidikan. Perspektif hukum, apabila memenuhi kekerasan seksual akan kami tangani,” jelasnya.

Pantai Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. [Foto: Abeng/Padangkita]
Diketahui, video sekelompok pria menyeret dua wanita ke pinggir pantai viral media sosial (medsos) . Dalam video yang menyebar luas, terlihat para pemuda melakukan aksi persekusi terhadap dua wanita dan menyeret mereka hingga tersungkur ke laut.

Dua wanita itu sempat meronta-ronta memohon agar tidak diperlakukan demikian. Namun, para pemuda tak mempedulikan. Kedua perempuan itu diarak, diceburkan ke laut dan ditelanjangi.

Mandian kau jo ombak malam koTelanjang an lai (mandikan dengan ombak malam ini, telanjangi),” terdengar suara salah seorang pemuda dalam video itu.

Kedua perempuan itu pun terus berusaha membela diri.

Abang tolong Bang a, Awak ndak ado mangapo-ngapo do, (Bang tolong saya, saya tidak ada berbuat apa-apa),” ujar salah seorang perempuan dalam video.

Diketahui, peristiwa yang membuat heboh itu terjadi di kawasan Pantai Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Sabtu (8/4/2023) sekira pukul 23.00 WIB.

Kejadian dipicu keresahan warga terkait aktivitas salah satu kafe yang masih buka di bulan Ramadan. Bahkan, sampai menyediakan jasa pemandu lagu.

Kapolsek Lengayang Iptu Gusmanto mengakui, bahwa peristiwa tersebut memang terjadi di wilayah hukumnya.

“Memang ada pengaduan dari dua orang wanita karena beredarnya video tersebut, sehingga membuat tidak nyaman pihak keluarga. Padahal selang kejadian, Minggu (9/4/2023) pagi kedua perempuan tersebut sudah ada pernyataan tidak menuntut. Namun setelah video itu beredar sepertinya pihak keluarga kurang senang,” kata Iptu Gusmanto.

Meski begitu, ia menegaskan, karena ada pengaduan maka pihaknya pun langsung bertinak meminta keterangan pihak-pihak terkait.

“Nanti hasil gelar perkara akan kami koordinasikan dengan Kasat Reskrim Polres Pessel,” ujarnya.

Ia menduga, warga main hakim sendiri itu kemungkinan karena warga sekitar sudah jenuh dengan kafe yang buka di malam hari di bulan Ramadan.

Baca juga: Realisasi APBN 2023 di Pessel Capai Rp339 Miliar, Dana Desa belum Sama Sekali

“Tidak mungkin warga langsung mengamuk saja. Tetapi karena warga ramai, dan adanya aksi yang berlebihan sehingga tidak dapat dikendalikan,” kata dia lagi. [ab/pkt]