Berita

PKBM Gempita: Sekolah Gratis yang Mengubah Nasib Anak-Anak Petani dan Putus Sekolah di Sumbar

×

PKBM Gempita: Sekolah Gratis yang Mengubah Nasib Anak-Anak Petani dan Putus Sekolah di Sumbar

Sebarkan artikel ini

Padang, Padangkita.com Koordinator Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Sumatra Barat, Nurkhalis, menjadi salah satu pemateri yang mengisi seminar penutupan Krida Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (8/12/2023) di Auditorium UNP.

Seminar ini bertujuan untuk membekali mahasiswa baru FIP UNP dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pendidik muda yang berkarakter dan berjiwa sosial.

Dengan tema “Character Building Jiwa Sosial Bagi Pendidik Muda”, Nurkhalis berbagi kisah dan pengalaman inspiratifnya dalam mendirikan dan mengelola sekolah gratis bagi anak-anak petani dan putus sekolah di Sumatra Barat.

Sekolah ini bernama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Gempita yang berlokasi di Pasa Lalang, Belimbing, Kelurahan Kuranji, Kota Padang.

Sekolah ini telah berdiri sejak tahun 2018 dan telah meluluskan lebih dari 300 siswa yang kini dapat melanjutkan pendidikan atau bekerja dengan menggunakan ijazah yang diperoleh dari sekolah ini.

Bahkan, ada beberapa lulusan yang berhasil mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Al-Azhar, Mesir.

Nurkhalis menjelaskan bahwa siswa di PKBM Gempita adalah anak-anak yang memiliki keinginan untuk belajar, tetapi menghadapi berbagai kendala, seperti masalah biaya, keluarga, lingkungan, dan lain-lain.

Oleh karena itu, sekolah ini memberikan kesempatan dan fasilitas belajar yang sama dengan sekolah formal lainnya, tanpa memungut biaya apapun dari siswa.

Semua biaya operasional sekolah ini dibiayai dari sumber-sumber yang berasal dari luar, seperti donatur, bantuan pemerintah, keuntungan hasil panen di kebun, dan iuran kelompok tani binaan Gempita Sumbar.

“Kami tidak meminta uang dari siswa, karena kami tahu mereka sudah susah. Kami mencari cara agar sekolah ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami membangun relasi, jaringan, dan komunikasi dengan banyak pihak yang peduli dengan pendidikan. Alhamdulillah, ada banyak yang mau membantu, baik secara materi maupun non-materi,” ujar Nurkhalis di depan mahasiswa.

Nurkhalis juga mengatakan bahwa sekolah ini dibangun secara bertahap dan tidak mudah. Ia mendapat dukungan dari istrinya, Silvia Sesmona, yang memiliki latar belakang pendidikan keguruan.

Ia dan istrinya bersama-sama mengajar dan mengurus sekolah ini dengan penuh dedikasi dan pengorbanan.

Dengan kerja keras dan doa, sekolah PKBM Gempita mulai dikenal dan diminati oleh masyarakat, khususnya anak-anak petani dan putus sekolah yang ingin mendapatkan pendidikan yang layak.

Menurut Nurkhalis, PKBM Gempita adalah salah satu contoh inovasi di dunia pendidikan yang bisa dijadikan inspirasi oleh calon pendidik muda.

Ia mengajak mahasiswa FIP UNP untuk memiliki niat dan mental yang kuat untuk berkontribusi di bidang pendidikan, sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

“Kalau ada niat dan mental yang kuat, insya Allah apa yang ingin kita lakukan akan dimudahkan oleh Allah SWT. Yang penting kita harus punya jiwa petarung, tidak mudah menyerah, dan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik,” pesan Nurkhalis.

Selain berbagi pengalaman tentang PKBM Gempita, Nurkhalis juga menceritakan tentang perjuangan dan tantangan yang dihadapi oleh petani di Sumatra Barat.

Ia mengungkapkan bahwa dunia pertanian dan nasib petani di Sumatera Barat sangat pelik dan menyedihkan. Petani hidup dalam kemiskinan, ketergantungan, dan hutang.

Mereka tidak mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang memadai dari pemerintah.

Nurkhalis, sebagai Koordinator Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Sumbar, pernah berkesempatan untuk menyampaikan langsung aspirasi dan keluhan petani Sumbar kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada tahun 2018.

Saat itu, Nurkhalis diundang untuk menghadiri kuliah umum yang diselenggarakan di Auditorium UNP, tempat yang sama dengan seminar penutupan Krida FIP UNP 2023.

“Di tahun 2018, saya pernah membawa Pak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke UNP. Tempatnya di sini juga, di Auditorium UNP ini. Langsung saya sampaikan bagaimana kehidupan, masalah, dan persoalan petani ke Pak Menteri,” tutur Nurkhalis.

Atas keberanian dan kejujurannya, Nurkhalis mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian, yang kemudian memberikan bantuan sebesar Rp 50 Miliar dan beberapa alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk petani Sumbar.

Bantuan tersebut diserahkan ke Pemerintah Provinsi Sumatra Barat untuk disalurkan langsung ke petani.

Nurkhalis menekankan bahwa untuk membangun karakter sosial di dalam jiwa, mahasiswa FIP UNP harus juga memiliki kecerdasan dalam berdiplomasi dan memainkan strategi.

Ia mengajak mahasiswa FIP UNP untuk peduli dengan nasib petani dan masyarakat di sekitar mereka, dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan.

“Jika ingin membangun karakter sosial di dalam jiwa ini, bangun juga kecerdasan dalam berdiplomasi dan memainkan strategi. Jangan diam saja, tapi berani bersuara dan beraksi untuk membela hak-hak petani dan masyarakat,” pungkas Nurkhalis.

Setelah memberikan motivasi dan inspirasi kepada mahasiswa FIP UNP, Nurkhalis juga mengundang seluruh mahasiswa FIP UNP untuk belajar dan berkontribusi di PKBM Gempita.

Baca Juga: Pemuda Tani Sumbar Ajak Milenial Ikuti Spirit Pahlawan di Bidang Pertanian

Ia berharap bahwa mahasiswa FIP UNP dapat menjadi agen perubahan yang positif di dunia pendidikan dan masyarakat. [*/hdp]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News