Pertambahan Kasus Covid-19 di Sumbar Masih Tinggi, Ini Sebab dan Solusinya Biar Melandai Menurut Andani

Penulis: MF Zikri

Padang, Padangkita.com – Pertambahan kasus positif Covid-19 di Sumatra Barat (Sumbar) sejak akhir Juli hingga kini masih tinggi. Rekor lonjakan yang tajam sempat terjadi dua kali sebanyak 41 kasus, pada Jumat (31/7/2020) yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, dan Jumat (7/8/2020) kemarin. Pagi ini (9/8/2020) pertambahan kasus sebanyak 35 orang.

Menurut Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Andani Eka Putra, penambahan atau lonjakan kasus yang terjadi di Sumbar lebih dari sepekan ini akibat meningkatnya kedatangan warga dari luar Sumbar.

Warga yang masuk tersebut tidak diiringi dengan tes swab. Inilah, kata Andani, yang menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19, yang mulanya merupakan kasus bawaan dari luar atau imported case.

“Saat ini di Sumbar ada beberapa klaster baru, saat kami lakukan tracking dari klaster-klaster itu tentu hasilnya akan banyak. Klaster ini keluarnya serentak, makanya numpuk semua,” ujar Andani kepada Padangkita.com, Jumat (7/8/2020).

Menurutnya, peningkatan kasus ini bukanlah gelombang kedua penyebaran Covid-19 di Sumbar. Melainkan hanya peningkatan kasus biasa. “Kasus banyak ini bukan berarti gelombang kedua ya, nanti kalau disebut gelombang kedua, khawatirnya akan menakuti masyarakat,” ucapnya.

Baca juga: Pertama Kali, Kota Solok Tambah Kasus Covid-19 Terbanyak di Sumbar, Total Kasus Capai 1.137 Orang

Lonjakan kasus ini, kata Andani akan cepat melandai jika pemerintah dan unsur terkait dengan sigap melakukan tracking, tracing dan testing pada setiap klaster-klaster baru yang muncul.

“Kalau mau cepat turun, kuncinya tiga itu,” ulas Andani.

Meski kasus Covid-19 melonjak, Andani menilai hal itu tidak akan berpengaruh pada aktivitas pemerintah dan warga yang mulai ramai di Sumbar, seperti di objek wisata, perkantoran dan pusat-pusat perbelanjaan. “Jika ada yang datang dari luar, ya swab segera,” kata Andani.

Baca juga: Tambahan Kasus Covid-19 di Sumbar Masih Tinggi, Naik 27 Kasus Jadi 1.106 Orang

Dia menilai, jika tidak ada pendatang dari luar, semua sektor di Sumbar akan tetap aman dari penyebaran Covid-19. Sebab, perputaran virus Corona tersebut hanya sebatas dalam Sumbar. Dengan dilakukan tracing dan testing akan cukup menahan penyebaran Covid-19 yang masif.

Namun, terkait kunjungan atau pun warga yang memang terpaksa harus keluar daerah, setelah kembali ke Sumbar harus terlebih dahulu melakukan tes swab agar penyebaran Covid-19 dari luar Sumbar dapat termonitor dengan baik.

“Memang diperlukan kejujuran dari setiap orang, kita kan sudah berikan tes swab secara gratis, apa susah buat melapor,” kata Andani.

Ditambahkan, terkait sektor pendidikan, dia menilai sudah tepat pemerintah mengambil langkah untuk menunda pembelajaran tatap muka. Pasalnya, kata Andani, sekolah merupakan tempat keramaian yang berpotensi besar terjadi penularan Covid-19.

“Nanti jika ada yang positif, misal gurunya, itu akan sangat cepat menyebar, dan risikonya sangat besar lagi jika sudah sampai ke rumah masing-masing,” katanya. [mfz/abe]


Baca berita Sumatra Barat terbaru hanya di Padangkita.com.