Penyidik KPK Beri Materi Antikorupsi di Sekolah Integritas Padang

Penulis: Yose Hendra
Integritas

Padangkita.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dukung kegiatan sekolah antikorupsi angkatan kedua yang diprakarsai oleh lembaga Integritas 24-28 April 2017.

Salah seorang Penyidik KPK, Budi Santoso, menilai kegiatan lembaga atau intitusi yang fokus melawan korupsi dalam bentuk pendidikan harus terus didukung karena penangkapan terhadap para pelaku (koruptor) tidak akan menyelesaikan masalah korupsi.

“Menangkap para pelaku korupsi tidak akan menyelesaikan masalah karena generasi-generasi baru akan terus bermunculan. Rantai inilah yang harus kita putus,” katanya seusai memberikan materi kepada sekolah antikorupsi angkatan kedua kepada padangkita.com, Selasa (25/04/2017).

Ia berharap sekolah antikorupsi ini menjaring orang-orang yang serius dan peduli untuk melakukan upaya pencegahan korupsi. Selain itu, para peserta bisa memberikan pemahaman kepada semua orang bahwa korupsi adalah perbuatan busuk yang merugikan orang lain.

“Kita berharap para peserta sekolah antikorupsi angkatan kedua ini bisa menyebarkan pemahaman kalau korupsi itu adalah perbuatan busuk yang harus dihindari,” katanya lagi.

Saat ini menurutnya telah banyak lembaga-lembaga antikorupsi yang lahir dan berkembang disejumlah daerah. Dengan semakin berkembangnya lembaga antikorupsi ini semakin mempermudah kinerja KPK dalam proses pengawasan korupsi.

Di sekolah antikorupsi angkatan kedua kali ini KPK memberikan materi soal kelembagaan secara umum dan tentang korupsi.

“Untuk materi kita diminta untuk menjelaskan tentang lembaga KPK secara umum dan juga tentang korupsi,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Integritas menyelenggarakan sekolah antikorupsi angkatan kedua. Sebanyak 21 peserta dipastikan akan mengikuti sekolah ini setelah dinyatakan lulus seleksi.

Direktur Integritas, Arief Paderi mengatakan tahun 2016 lalu Integritas sukses menyelenggarakan Sekolah Integritas untuk pertama kalinya. Kegiatan itu merupakan sekolah antikorupsi pertama di Sumatera Barat.

“Integritas menilai kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh generasi muda. Mereka membutuhkan ruang yang banyak untuk mendapatkan informasi sebagai ‘pedang’ melawan korupsi,” katanya.

Sekolah Integritas angkatan kedua ini akan diselenggarakan selama 3 bulan 1 minggu. Terdiri dari sesi kelas dan lapangan. Sesi kelas akan dilaksanakan selama 5 hari, dan sesi lapangan akan diselenggarakan selama 3 bulan.

Arief mengatakan, pencegahan dan pemberantasan korupsi tidak hanya tugas dari negara dan lembaga penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat. Keterlibatan masyarakat sipil yang efektif, menurutnya, perlu diiringi dengan pengetahuan, informasi yang memadai, serta kemampuan teknis advokasi.

Ia mengatakan, perlu ada sinergisitas dalam gerakan antikorupsi, terutama melibatkan dan menumbuhkan partisipatif generasi muda.

Terpopuler

Add New Playlist