Penuhi Janji Kampanye, Wako Bukittinggi Erman Safar yang Diusung Gerindra Cabut Perwako 40 dan 41

Penulis: Redaksi
|
Editor: Zulfikar

Berita Bukittinggi hari ini dan berita Sumbar hari ini: Wako Erman Safar penuhi janji kampanye cabut Perwako Bukittinggi nomor 40 dan 41.

Bukittinggi, Padangkita.com – Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumbar, Andre Rosiade menepati janjinya meminta Wali Kota Bukittinggi yang diusung Gerindra mencabut Perwako 40 dan 41 tahun 2018 tentang tentang Peninjauan Tarif Retribusi Pasar Grosir atau Pertokoan dan Peninjauan Tarif Retribusi Pasar. Janji itu langsung ditunaikan Jumat (26/02/2021) malam, beberapa jam setelah Erman Safar dilantik sebagai Wali Kota.

Wako Erman Safar menyebutkan, kontrak politik pencabutan Perwako 40 dan 41 itu ditandatangani 7 Maret 2020. Saat itu, Andre Rosiade bahkan bersedia mundur dari jabatan sebagai ketua DPD Gerindra Sumbar, andai peraturan yang dinilai sangat memberatkan pedagang ini tidak dicabut segera.

“Bang Andre yang dulu menjanjikan dan membuat kontrak politik menyaksikan janji kampanye di depan semua pedagang, kini hadir menunaikan janji itu,” ujar Erman Safar di rumah dinas Wako Bukittinggi didampingi Andre Rosiade, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bukitinggi Benny Yusrial, tokoh masyarakat Bukittinggi Yulman Hadi dan perwakilan pedagang.

Erman mengingatkan, saat itu dibuat perjanjian, satu kali 24 jam setelah pelantikan, Ketua DPD Gerindra Sumbar memerintahkan Erman Safar yang merupakan Ketua DPC Gerindra Bukittinggi mencabut Perwako yang berisi retribusi yang memberatkan itu. Pencabutan itu terkait dengan nasib puluhan ribu pedagang di Pasar Atas, Pasar Bawah, Pasar Aur Kuning dan pedagang yang terkena kewajiban retribusi di Bukittinggi.

“Pencabutan Perwako ini tentunya menjadi harapan bagi semua pedagang di pasar-pasar dan juga PKL serta semua pedagang yang terkena dampak. Begitu juga pedagang lainnya yang terkena dampak Perwako 41/2018. Malam ini kita mulai tahapan pencabutan Perwako dengan tetap mengacu kepada peraturan yang berlaku,” ungkap Erman Safar.

Setelah pencabutan, kata Erman Safar, tentunya Pemko Bukittinggi akan mengajak pedagang dan warga mengkaji nilai retribusi yang sesuai dengan kemampuan dan ekonomi pedagang. Apalagi sekarang masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Kami paham Bukittingi kota wisata dan pariwisata adalah sektor yang terdampak langsung dari pandemi. Bisa berjalan satu atau dua bulan ke depan, kita rembukkan segera. Setelah Sertijab, kami akan memulai tahapan awal merumuskan pembuatan perwako yang baru. Ini hari pertama kerja, ini pekerjaan pertama kami sebagai Wako,” jelasnya.

Erman meminta semua warga Bukittinggi mendoakannya bisa memenuhi janji-janji yang telah disampaikan kepada warga saat kampanye 2020 lalu. “Kami juga akan terus mengkaji, apakah dengan pencabutan Perwako ini akan membuat Perwako baru atau Perda (Peraturan Daerah) dalam mengatur retribusi,” imbuhnya.

Sementara itu, Andre Rosiade yang juga anggota Komisi VI DPR RI mengucap syukur dengan apa yang dilakukan Erman Safar yang langsung mencabut Perwako 40 dan 41 yang disebut membuat retribusi naik sampai 600 persen dari sebelumnya.

Berita Bukittinggi hari ini dan berita Sumbar hari ini: Wako Erman Safar penuhi janji kampanye cabut Perwako Bukittinggi nomor 40 dan 41.
Andre Rosiade dan Erman Safar melihatkan kontrak politik kader Gerindra andai menang Pilwako Bukittinggi akan mencabut Perwako 40 dan 41/2018 pada Maret 2020 lalu. [Foto: Ist]
Alhamdulillah Gerindra diberi kepercayaan oleh masyarakat Bukittinggi pada Pileg 2014, PIleg 2019 dan Pilwako 2020. Kepercayaan yang begitu besar wajib bagi partai Gerindra bekerja keras dan bekerja cepat mewujudkan janji untuk menyejahterakan masyarakat,” ujar Andre yang juga menjabat sebagai Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu.

Andre menegaskan, akan menjadi zalim Partai Gerindra kalau tidak bekerja cepat dalam membantu rakyat. ”Kami dari Partai Gerindra telah memenuhi janji politik, atau kontrak politik. Seandainya kader Gerindra menang, insya Allah akan mencabut Perwako 40 dan 41 di hari pertama. Kalau tidak, kami akan mundur sebagai ketua DPD Gerindra. Janji politik harus dipenuhi. Kami anak-anak muda dipercaya memimpin partai. Kami tak ingin disebut politisi panduto (pendusta). Ini penting bagi kami di Gerindra,” katanya.

Andre Rosiade meminta warga Kota Bukittinggi mendoakan Erman Safar agar terus istiqomah atau konsisten dan tetap bernyali dalam menuntaskan masalah di Bukittinggi. “Kita dukung sepenuhnya Wako Erman Safar,” ucap Andre Rosiade.

Andre menyebut, mimpi Erman Safar seperti revitalisasi Pasar Bawah, sebagai anggota Komisi VI DPR RI yang bermitra dengan Kemendag (Kementerian Perdagangan) siap membantu mendiskusikan dengan Menteri Muhammad Lutfi. “Juga ada rencana pemanfaatan tanah PT KAI yang merupakan bagian dari BUMN yang juga mitra kerja kami. Akan kami bantu diskusikan dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Soal rencana pembangunan Masjid Raya, kita akan diskusikan lebih lanjut,” kata Andre.

Andre memastikan, Erman Safar terbuka terhadap kritik dan mau menyerap aspirasi masyarakat. Karena, pemimpin harus mendengar dan tidak hanya ingin dengar. “Paling penting adalah berkomitmen dengan janji politik. Atas nama Gerindra mewakili pak Ketum Prabowo Subianto, Sekjen Ahmad Muzani dan Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad, kami berterima kasih kepada warga Sumbar. Kami tidak akan mengkhianati dukungan. Doakan kami konsisten. Politisi Gerindra tak akan jadi politisi panduto di Sumbar,” paparnya.

Baca juga: Di Hari Pelantikan Wali Kota, Andre Rosiade Berbagi Sembako di Bukittinggi

Penasehat Perkumpulan Pedagang Aur Kuning (PPAK) Rinaldo memuji Andre Rosiade yang mengawal pencabutan Perwako 40 dan 41 tahun 2018 itu. “Kami mewakili pedagang berterima kasih kepada pak Andre Rosiade dan Pak Wako Erman Safar yang telah merealisasikan janjinya mencabut Perwako ini. Mari kita diskusikan soal Perwako pengganti atau Perdanya,” katanya. [adv/zfk]


Baca berita Bukittinggi hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler